APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya

Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya

Malam pameran seni perdanaku hancur saat suamiku justru muncul di berita demi melindungi wanita lain. Pesan singkatnya yang dingin menegaskan bahwa aku bukan prioritasnya. Selama ini, dia meremehkan bakatku, padahal karyaku adalah fondasi kekayaannya. Lelah diabaikan, aku menyusun strategi cerai yang cerdik. Aku akan menyamarkan dokumen perceraian sebagai berkas hak cipta biasa, memanfaatkan kesombongannya agar dia segera menandatanganinya tanpa curiga.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suamiku meninggalkanku di malam terpenting dalam karierku—pameran seni tunggal pertamaku.

Aku justru menemukannya di berita, sedang melindungi wanita lain dari badai kamera sementara seluruh isi galeri menyaksikan duniaku hancur berkeping-keping.

Pesan singkatnya adalah tamparan terakhir yang dingin dan menusuk: "Kania membutuhkanku. Kamu akan baik-baik saja."

Selama bertahun-tahun, dia menyebut karyaku sebagai "hobi", lupa bahwa karya itulah yang menjadi fondasi perusahaan triliunannya. Dia telah membuatku tak terlihat.

Jadi, aku menelepon pengacaraku dengan sebuah rencana untuk menggunakan kesombongannya sebagai senjataku.

"Buat surat cerai itu terlihat seperti formulir pelepasan hak kekayaan intelektual yang membosankan," kataku padanya. "Dia akan menandatangani apa saja untuk mengusirku dari kantornya."

Bab 1

Sudut Pandang Arini:

Malam ini seharusnya menjadi malamku. Pembukaan galeri tunggal pertamaku di pusat kota Jakarta. Bukan pameran kecil di kedai kopi, tapi sebuah pameran sungguhan yang bisa meroketkan karierku.

Selama empat tahun, aku bersembunyi di studioku, menuangkan seluruh jiwaku ke dalam arang dan tinta. Selama empat tahun, aku menjadi istri yang pendiam dan artistik dari miliarder teknologi, Bima Adinegara. Malam ini, semua itu seharusnya berubah. Malam ini, aku akhirnya akan menjadi Arini Maheswari.

Tapi saat aku berdiri di galeri yang terang dan ramai, aku merasakan hawa dingin yang familier karena ketidakhadirannya. Dia tidak ada di sini.

Lalu aku melihatnya. Sebuah notifikasi berita, berkedip di ponsel orang asing.

Wajah suamiku.

Dia berada di sebuah konferensi pers, tubuhnya yang tegap menjadi benteng bagi wanita lain. Kania Cendrawasih. Dia tampak rapuh dan sengaja dibuat tertekan. Sementara Bima, dia tampak seperti pelindungnya.

Judul berita di bawah foto itu adalah pukulan telak di ulu hati. Seorang reporter mengutipnya secara langsung. Aku tidak bisa mendengar kata-katanya, tapi aku melihatnya dari bisikan-bisikan pelan dan tatapan kasihan di sekelilingku. Semua orang menyaksikan penghinaan publik terhadapku secara *real time*.

Ponselku sendiri bergetar. Sebuah pesan darinya, dikirim satu jam yang lalu.

Ada urusan mendadak. Kania membutuhkanku. Kamu akan baik-baik saja. Selamat.

Kurasa saat itulah hatiku akhirnya menyerah. Bukan hancur berkeping-keping. Lebih seperti bunyi 'klik' pelan, suara kunci yang diputar untuk terakhir kalinya.

Bramantyo, pemilik galeri, muncul di sisiku. Dia tidak perlu bertanya. Buktinya bersinar di belasan layar di sekitar kami. "Aku turut prihatin, Arini," katanya, suaranya geraman rendah penuh amarah mewakiliku. "Dia benar-benar bodoh."

"Dia sibuk," aku mendengar diriku berkata. Kebohongan itu keluar secara otomatis, sebuah refleks yang terasah dari latihan bertahun-tahun.

"Ayo," kata Bram, dengan lembut mengarahkanku ke seorang pria berjas mahal. "Kritikus dari *Kompas* ada di sini. Ini masih malammu."

Aku menghabiskan satu jam berikutnya seperti robot. Aku tersenyum. Aku berjabat tangan. Aku berbicara tentang karyaku.

Berdiri di depan serangkaian sketsa awalku, aku merasakan ironi yang pahit. Ini adalah desain-desain rumit dan unik yang telah menjadi jiwa "Nirmala", aplikasi yang membuat Bima mendapatkan triliunan pertamanya. Karyaku secara harfiah adalah fondasi kerajaannya.

Dulu dia menyukai karyaku. Atau, setidaknya, dia menyukai apa yang bisa karyaku lakukan untuknya. Sekarang, dia menyebutnya hobiku.

Dia tidak hanya melupakanku malam ini. Dia telah menghapusku dari ceritanya sendiri.

Itu adalah kesalahan terbesarnya.

"Aku perlu menelepon sebentar," kataku pada Bram, suaraku luar biasa stabil. Sungguh menakjubkan betapa tenangnya dirimu saat kau benar-benar tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan.

Aku berjalan ke kantor belakang, bunyi hak sepatuku menciptakan ritme yang tajam dan final di lantai beton.

Aku tidak menelepon suamiku. Aku menelepon pengacaraku.

"Sandra? Ini Arini Maheswari."

"Arini! Bagaimana pembukaannya?"

"Sangat mencerahkan," kataku, suaraku dingin dan asing bahkan bagi diriku sendiri. "Siapkan surat cerai. Yang pernah kita bicarakan."

Ada jeda sejenak. "Kamu yakin?"

"Sangat yakin," kataku. "Dan aku butuh sesuatu yang lain. Halaman tanda tangan. Harus terlihat persis seperti formulir pelepasan hak kekayaan intelektual. Aku akan bilang padanya galeri membutuhkannya untuk katalog digital, karena sketsa konsep awal Nirmala ada di pameran."

Kebohongan itu sempurna. Ini urusan bisnis. Satu-satunya bahasa yang dia mengerti.

"Itu berisiko, Arini," katanya setelah hening lama.

"Dia tidak akan membacanya," kataku. Itu bukan tebakan. Itu adalah fakta. "Dia tidak pernah membacanya. Terutama jika itu tentang pekerjaanku."

Selama empat tahun, dia telah membuatku merasa tak terlihat. Sekarang, aku akan menggunakan kebutaannya sebagai senjataku.

"Akan kusiapkan besok pagi," katanya akhirnya.

"Terima kasih." Aku menutup telepon.

Aku berjalan kembali ke cahaya terang galeriku. Senyum sopan telah hilang dari wajahku. Sebagai gantinya, ada sesuatu yang baru.

Sesuatu yang tajam. Sesuatu yang bebas.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO TAMPAN ITU SUAMIKU
9.5
Keyra nekat menikahi seorang CEO bernama Farid demi menghindari perjodohan dengan Rama, duda pilihan sang ayah. Saat benih cinta mulai tumbuh di hati Farid, Kenzo yang merupakan masa lalu Keyra mendadak muncul kembali sebagai klien perusahaan. Kini Keyra berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia mempertahankan kesetiaan pada Farid, suaminya yang kerap bersikap kasar, atau justru berpaling kembali pada Kenzo, sosok masa lalu yang pernah sangat ia cintai?
Sampul Novel Dia Canduku
9.5
Dalam kondisi tak sadar, Amira dikhianati suaminya yang tega menjual dirinya kepada pengusaha bernama Raka sebagai pelampiasan. Malam intim tak terduga itu rupanya sangat membekas di hati Raka hingga ia terus terbayang sosok Amira. Seminggu berlalu, takdir secara mengejutkan mempertemukan mereka kembali di rumah Raka. Bagaimana kelanjutan hubungan mereka setelah rahasia kelam malam panas itu mulai terungkap?
Sampul Novel Diculik Untuk Menjadi Ibu
9.2
Alina Daryanov, wanita karier yang ambisius, terbangun di samping konglomerat Ivan Vasiliev setelah kecelakaan tragis saat badai. Hidupnya berubah drastis saat ia menyadari dirinya diculik untuk menjadi istri kedua sekaligus ibu pengganti bagi pasangan kaya yang putus asa. Terjebak dalam pernikahan kontrak yang penuh manipulasi dan rahasia gelap, Alina kini dihadapkan pada pilihan sulit: tunduk pada takdir barunya atau melawan demi merebut kembali kebebasannya.
Sampul Novel Dua Sahabat yang Bercerai
8.2
Mely dan Winda menikah dengan dua bersaudara dari Keluarga Wicaksono yang kaya raya. Hari pernikahan berubah menjadi petaka saat suami Mely, Riko, pergi demi menolong mantan kekasihnya. Kepergian Riko memicu serangan jantung fatal pada nenek Mely hingga meninggal dunia. Merasa dikhianati dan diabaikan, Mely memutuskan untuk berpisah. Keputusan ini didukung oleh Winda yang juga memilih menggugat cerai suaminya, menyisakan penyesalan mendalam bagi kedua pria Wicaksono tersebut.
Sampul Novel Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!
9.7
Malam sebelum pernikahan megah dua keluarga mafia, Jeny menemukan pesan mesum dari Via di ponsel Leo. Meski Leo berjanji setenang mungkin untuk memutuskan hubungan dengan adik mendiang wakilnya itu, pengkhianatan nyata terjadi di hari pernikahan mereka. Saat janji suci hampir diucapkan, Leo memilih pergi menyelamatkan Via yang mengancam bunuh diri. Ditinggal sendirian di altar, Jeny memutuskan mengakhiri hubungan mereka selamanya. Ia menghilang tanpa jejak, membawa pergi anak Leo yang sedang dikandungnya.
Sampul Novel Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu
8.0
Akibat konspirasi jahat yang merusak kehormatannya, Claire Adhitama terpaksa meninggalkan rumah. Enam tahun berlalu, ia kembali bersama tiga anak kembarnya yang masih kecil untuk membalas dendam. Tak disangka, anak-anaknya yang cerdik justru menemukan ayah kandung mereka yang kaya raya dan menculiknya pulang demi mendukung sang ibu. Saat berhadapan dengan tiga replika dirinya, sang presdir menyudutkan Claire dengan senyuman hangat, menantangnya untuk memiliki anak keempat, yang langsung ditolak keras oleh Claire.