APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ah! Mantap Mas Ramli

Ah! Mantap Mas Ramli

Demi menghidupi tiga anaknya, Ramli bekerja pada pasangan CEO kaya yang belum dikaruniai keturunan setelah lima tahun menikah. Demi uang, duda asal desa ini terpaksa menerima tawaran gila sang majikan pria untuk menghamili istrinya, Vina. Namun, kerja sama ini berubah menjadi hubungan rumit saat Vina mulai nyaman dengannya, terlebih setelah perselingkuhan suaminya terbongkar. Di balik statusnya yang tampak sederhana, Ramli ternyata menyimpan rahasia besar tentang identitas aslinya.
Bab
Bagikan

Bab 6

Tawaran kenikmatan

Tak sadar jika dirinya sedang bersandar di dada Ramli, Vina nampak begitu nyaman, seolah dirinya lupa jika sedang bersama seorang pelayan.

Perlahan Ramli mengusap lengan wanita itu, memberikannya kenyamanan karena ia tahu jika Vina sama seperti dirinya. Terpaksa melakukan itu demi sebuah hal yang sangat mereka sayangi.

Sadar jika dirinya berada di pelukan pelayan itu, Vina segera mengangkat wajahnya dan sedikit menjauh dari Ramli.

"Ma-maaf, aku tadi tidak bermaksud...!"

"Tidak apa-apa, Bu. Bagaimana kalau kita minum dulu. Setelah itu kita mulai. Waktu kita cuma sebentar, kata Pak Rangga hanya dua jam tidak lebih!" potong Ramli sambil menuangkan bir ke dalam sebuah gelas.

"Maaf, aku tidak minum bir!" sahut Vina menolak.

"Dicoba sedikit, Bu. Nggak seburuk yang Bu Vina kira. Saya juga kurang terlalu suka jika berlebihan. Paling cuma dua gelas saja untuk menghangatkan tubuh. Tapi, Bu Vina nggak minum juga tidak apa-apa, toh nanti saya yang akan menghangatkan ibu!" kata Ramli tanpa dosa.

Vina memutar bola matanya saat mendengar ucapan pelayan itu.

Wanita itu melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul setengah delapan.

Rangga memberikan waktu sampai jam sembilan malam.

Tentu saja masih ada waktu satu setengah jam untuk adaptasi sebelum melakukan aktivitas utama.

Sejenak Vina melihat wajah Ramli yang kali ini aura gagahnya sangat terlihat.

Ternyata pelayan yang biasa bekerja di rumahnya itu tidak terlalu buruk rupa. Ia melihat pria itu meneguk segelas bir dengan santainya seolah rasa minuman itu biasa-biasa saja seperti air putih.

"Bu Vina mau? Jangan bengong lihatin saya terus, ah saya jadi malu. Kalau mau biar saya ambilkan!" tawar Ramli ketika ia melihat Vina yang sedang menatapnya.

Setelah dipikir-pikir, tidak ada salahnya Vina mencoba sedikit minuman beralkohol itu.

Siapa tahu bisa membuat pikirannya rileks sebelum dieksekusi oleh sang pelayan.

"Boleh, tapi sedikit saja, jangan banyak-banyak!" jawab Vina. Ramli tersenyum senang, lalu pria itu menuangkan bir ke dalam gelas dengan takaran sebanyak seperempat gelas.

Setelah itu, Vina menerimanya dan berusaha untuk meminumnya meskipun ia ragu.

Sejenak ia mencium aroma alkohol yang cukup kuat, kemudian memalingkan wajahnya karena ia tidak terbiasa dengan minuman seperti itu.

"Baunya gini amat, kayak bau kencing kuda!" gerutu Vina.

Ramli tertawa kecil mendengar ucapan sang majikan. "Memang seperti itu, Bu. Dicoba saja pelan-pelan, nanti juga akan terbiasa!"

Vina kembali mendekatkan bibir gelas itu pada bibirnya. Aroma alkoholnya memang sangat menyengat. Vina menahan napas ketika ia hendak meminumnya.

Sedangkan Ramli, pria itu tampak tersenyum melihat bagaimana majikannya belajar minum bir.

Ramli sendiri juga heran, wanita sosialita seperti dia bagaimana bisa tidak suka dengan minuman seperti itu.

Perlahan namun pasti, Vina berusaha untuk meminum bir tersebut. Sambil memejamkan matanya dan menahan napas, wanita itu mulai memasukkan minuman beralkohol itu ke dalam mulutnya.

Baru saja seteguk, Vina merasa mulutnya sangat getir dan pahit. Wanita itu spontan menyemburkannya tepat di depan Ramli. Sehingga membuat baju pria itu basah oleh semburan bir dari mulut Vina.

"Hah, maaf! Aku nggak sengaja, rasanya nggak enak banget, cuih!" Vina sontak melihat baju Ramli yang basah karena ulahnya sambil mengusap mulutnya dengan tisu.

"Tidak apa-apa, Bu. Saya bisa maklum!" Ramli melihat bajunya yang basah separuh. Pria itu terpaksa melepas kemejanya yang basah.

Melihat Ramli yang sudah bertelanjang dada, wanita itu tercengang kala melihat bentuk badan pria itu nyaris sempurna bak dewa Yunani.

"Oh my god! Dia cuma pelayan, tapi badannya bisa sehat bugar seperti itu. Nggak kayak badan Mas Rangga yang perutnya buncit. Ramli badannya kokoh banget, udah pasti tenaganya juga nggak kaleng-kaleng!" gumam Vina yang hampir saja terhipnotis oleh pesona sang pelayan.

"Nggak, nggak! Aduhhh, ngapain juga mikirin tuh pelayan. Pelayan ya tetap akan menjadi pelayan, nggak ada yang bisa nandingi Mas Rangga! Astaga, bagaimana bisa aku hamil anak pria ini, terus nanti gimana hasil cetak muka anakku, bisa sial kalau muka dan kulitnya kayak dia!" Vina merutuki dirinya sendiri yang hampir tergoda dengan kegagahan Ramli.

Setelah Ramli melepaskan pakaiannya, pria itu sekalian melepaskan celananya, mengingat waktunya cuma sebentar.

Sontak, apa yang dilakukan pria itu membuat Vina terperanjat.

"Ramli, kenapa celananya dilepas juga?" sahut wanita itu sambil memalingkan wajahnya.

Bagaimana tidak, kini Ramli hanya mengenakan celana dalam model sederhana.

Bak binaraga yang sedang berdiri menampilkan otot-ototnya yang kekar. Vina menelan ludahnya susah-susah saat tubuh atletis itu berdiri nyata di hadapannya. Perut kotak-kotak bak roti sobek serta otot-otot di tubuhnya yang sangat seksi. Menunjukkan pesona Ramli yang gagah dan sangat menggairahkan.

Dengan santainya, Ramli menjawab pertanyaan Vina. "Waktu kita tidak banyak, Bu. Kita belum pemanasan, masa ujug-ujug langsung dimasukin, nanti Bu Vina menjerit kesakitan, saya tidak mau itu terjadi. Sebisa mungkin saya akan membuat Bu Vina merasa nyaman dan juga keenakan!"

Jawaban Ramli yang serius dan konyol lagi-lagi membuat Vina membulatkan matanya.

"Heh, keenakan ya...!" Vina mulai gugup setelah Ramli berbicara demikian. Ramli kembali tersenyum, lalu pria itu berjalan mendekati istri majikannya.

"Bukan cuma keenakan, Bu Vina bisa minta request kenikmatan yang seperti apa, mau berteriak nikmat, kejang-kejang enak, atau berkali-kali klimaks? Semuanya saya bisa!" Tawaran Ramli sangat-sangat menggiurkan dan makin membuat jantung Vina berdetak semakin kencang.

BERSAMBUNG

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Terbuang vs Raja Bisnis
8.7
Sambil memegang map lamaran, Olivia menelusuri jalan dengan letih demi mencari pekerjaan. Ketika ia berbicara dengan seorang satpam, perhatiannya teralihkan oleh kehadiran Alexander Drake. Pengusaha sukses nan karismatik itu baru saja turun dari mobil mewahnya. Pandangan mereka pun bertemu, memicu ketegangan instan di antara keduanya. Walau Olivia merasa tidak percaya diri dan Alexander bergeming dingin, benih ketertarikan mulai tumbuh. Pertemuan di depan kantor ini akan mengubah takdir Olivia.
Sampul Novel Not Seen
8.4
Demi balas budi, seorang pria menikahi wanita penolong nyawanya. Pernikahan ini terjadi akibat desakan sang ibu, yang justru membenci anak kandungnya sendiri dan memperlakukannya seperti orang asing berutang. Berharap meraih kebahagiaan di kota, wanita malang ini malah menemui kenyataan pahit. Alih-alih terbebas dari penderitaan masa lalu di desa, ia kini justru terjebak dalam kesepian mendalam dan dinginnya penolakan dari keluarga barunya.
Sampul Novel Perawan Tua Idola CEO
9.3
Demi menutupi kebohongan, Jingga Amelia nekat meminta fotografer ternama, Carlos Santana, menjadi pacar pura-puranya. Meski Carlos menawarkan pertemanan, Jingga curiga ada niat tersembunyi di balik ketampanan pria itu. Hubungan mereka justru makin dekat hingga Carlos mengajaknya berpacaran. Namun, saat penyakitnya kambuh, Jingga memilih pergi bersama Gin untuk mengakhiri segalanya. Kini setelah kembali, ia ragu apakah Carlos masih mau menerimanya.
Sampul Novel SKANDAL CEO MESUM
8.4
Axel Biantara Wijaya, CEO sukses PT. Wijaya Karya Reality yang tampan, kerap menjadi sorotan karena skandalnya dengan model-model ternama. Di balik kemewahan dan dominasinya di bisnis properti, takdir mempertemukannya dengan Aulia Putri. Aulia adalah perempuan mandiri dari keluarga sederhana yang terbiasa bekerja keras sejak kuliah. Pertemuan tak terduga ini mulai mengubah hidup sang miliarder. Akankah Axel rela melepas masa lalunya yang liar demi mengejar cinta sejati Aulia?
Sampul Novel Suamiku Detektif Berdarah Dingin
8.0
Ujian dari wanita misterius menjebak seorang detektif dalam kasus rekayasa. Kini, ia mengemban misi khusus untuk mendekati dan menikahi seorang gadis muda. Target barunya ternyata bukan sosok biasa, melainkan putri tidak sah dari pria paling kaya di negeri ini. Di tengah konspirasi besar yang menyelimuti identitas sang pewaris takhta, sang detektif harus berjuang keras menaklukkan hati gadis tersebut demi menuntaskan tugas rahasianya.
Sampul Novel Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal
9.6
Kepulangan Hendra tidak membawa kebahagiaan bagi Caroline. Pertemuan mereka justru diselimuti ketegangan dingin saat Caroline membaca sebuah jajak pendapat internet tentang penyesalan pria yang berselingkuh. Ketika mayoritas suara meyakini bahwa rasa bersalah lebih besar ditujukan kepada sang kekasih gelap, Caroline pun mempertanyakan isi hati suaminya sendiri. Namun, respons Hendra yang acuh tak acuh dan tampak lelah justru menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar di antara pernikahan mereka.