APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel After a Breakup

After a Breakup

Mimpi buruk terus membayangi Arya akibat rahasia kelam yang disembunyikan keluarganya. Di sisi lain, Alisha memilih menjauh demi menyembuhkan luka hati setelah dicampakkan begitu saja saat cintanya sedang membara. Namun, perpisahan itu tidak berlangsung selamanya. Takdir kembali mempertemukan mereka, memaksa keduanya menghadapi ikatan masa lalu yang belum usai di tengah misteri yang menyelimuti hubungan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Bukan tanggung jawab seperti ini yang kamu tawarkan waktu itu, Mas. Bukan!" Pecah sudah air mata Alisha setelah melemparkan dua butir pil yang diserahkan Arya padanya.

"Lalu tanggung jawab yang kayak gimana lagi, Sha? uang, mobil, perhiasan, sampai biaya kuliah full sudah kamu tolak mentah-mentah."

Arya mondar mandir di tempatnya berdiri. Di lantai paling atas fakultas MIPA, tempat yang biasanya ia pakai untuk menunggu Alisha menyelesaikan kelas perkuliahannya. Pemuda itu sadar apa yang sedang dikhawatirkannya saat ini. Ia juga sadar dosa apa yang tengah ia hindari setengah mati. Dosa memalukan yang akan ia ingat mungkin sampai nyawanya terangkat dari jasad.

"Bukan pil penambah dosa seperti ini yang kamu janjikan malam itu, Mas. Kamu menjanjikan tanggung jawab berupa pernikahan! Kamu lupa?"

Malam itu, Alisha tak seharusnya percaya dengan kata-kata manis yang keluar dari mulut buaya. Arya Rivan ... semapan dan setampan apapun dia, ternyata tetap saja sama berengseknya dengan pria lain pemuja nafsu di luar sana.

"Malam itu ak- aku ... aku nggak sadar, Sha. Aku ngaco, khilaf! kita cuma terbawa suasana kan? kita ngelakuin itu karena suka sama suka kan? jadi ini... bayi itu... seharusnya dia nggak ada!"

Plak!!!

Ini pertama kalinya Alisha merasakan telapak tangannya perih karena menampar Arya. Biasanya, telapak tangan mulusnya ia gunakan untuk mengusap sayang pipi kekasihnya itu. Biasanya, telapak tangannya hanya ia gunakan untuk membalas genggaman tangan dari Arya yang mengaku tergila-gila padanya.

"Bangsatt kamu, Mas! Bangsattt!!?" maki Ailsha dengan wajah basah penuh air mata. Entah kemana perginya tutur kata lembut nan santun yang selama ini ia jaga.

Perempuan muda itu lantas terduduk lemas sambil memeluk lutut. Menumpahkan tangis penyesalan atas kesalahan besar yang sudah ia perbuat beberapa waktu lalu. Kesalahan fatal yang seharusnya bisa ia hindari, namun apa daya, belum apa-apa ia sudah mengaku kalah dengan rayuan Arya, kekasihnya tercinta.

“Sha, aku butuh waktu, Sha. Butuh waktu! Lagipula, aku belum siap dengan komitmen pernikahan, kita belum siap. Kita berdua terlalu muda, Sha. Aku mau lanjutin S2 dulu, kamu juga masih belum lulus kuliah."

Ailsha memang beberapa tingkat di bawah Arya. Begitu Arya dinyatakan lulus dan baru saja melaksanakan wisuda dua bulan silam, Alisha justru sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas kuliah untuk naik ke semester tujuh.

"Tapi bayi dalam perutku ini nggak bisa mengulur waktu lagi, Mas. Dia akan terus tumbuh dan membesar." Masih terisak, Ailsha menunjuk perutnya yang masih rata.

"Ya makanya, kamu minum pil yang tadi aku kasih, biar dia nggak tumbuh dan semakin membesar!"

Arya sadar kalimatnya terdengar sangat berengsek dan tak berperikemanusiaan, tapi ia tak punya pilihan lain. Bulan depan ia akan terbang ke New York untuk melanjutkan S2 di NYU, kampus impiannya. Keputusan yang memang Arya pilih untuk mempersiapkan diri karena nantinya ia akan menjadi penerus Galeea, perusahaan konstruksi terkemuka yang menjadi bisnis utama keluarganya.

"Mas, kamu sadar apa yang kamu bilang barusan?" Alisha menguatkan diri bangkit dan berhadapan dengan Arya yang nampak panik.

"Dia cuma kesalahan kecil kita, Alisha. Kita nggak harus berdebat panjang soal ini kalau kamu mau ikuti saranku. Kita ... kita, kita nggak butuh anak itu sekarang, Sha. Aku juga nggak yakin keluarga kita bakal nerima kehamilan ini dengan tangan terbuka."

Hati Alisha kembali tertikam! Kalimat Arya berhasil meremukkannya lagi.

Ini benar-benar bukan Arya yang ia kenal sejak satu tahun lalu. Arya yang ia kenal bukan pria jahat dan lari dari tanggung jawab seperti ini. Sosok di depannya ini pasti bukan Arya, karena Arya Rivan yang biasanya tak akan sejahat ini memperlalukan dirinya.

"'Cuma' kata kamu, Mas?" lirih Alisha sudah tak punya daya untuk mendebat.

"Sha, please... " seru Arya membujuk kekasih hatinya. "Sekali ini aja, Sha. Aku janji ini akan jadi yang terakhir kalinya. Ikuti saran aku ya? demi kita berdua." Arya menangkup kedua pipi Alisha yang masih banjir air mata. Melihat gadis kesayangan tergugu seperti ini membuat hatinya ikut sakit merasakan pilu. Namun tetap saja, Arya belum bisa mengabulkan permintaan Alisha yang satu itu.

"Setelah dosa kita yang kemarin? kamu mau jadi pembunuh juga, Mas!? bukan main kamu, Mas?" Alisha menggeleng tak percaya dengan keteguhan Arya mempertahankan inginnya.

"Menikah bukan satu-satunya jalan keluar, Alisha. Orang tua kita pasti kecewa luar biasa kalau kita menikah mendadak karena kesalahan satu malam seperti ini." Suara Arya bergetar sedih.

Menikahi Alisha memang menjadi salah satu mimpinya. Tapi bukan sekarang. Masih ada mimpi lain yang ingin ia kejar. Menyelesaikan study lanjutan dan menjadi kebanggakan ayahnya misalnya. Belum lagi ia ingin menunggu Alisha selesai dengan kuliah dan membangun mimpinya juga.

"Tolong, Sha." Arya berjalan mendekat lalu meremas kedua telapak gangan Alisha. "Pil... pil itu satu-satunya jalan keluar saat ini. Cuma butuh hitungan detik untuk kamu minum, sakitnya nggak akan terlalu lama."

Alisha kehabisan kata-kata. Seharusnya ia bisa memperkirakan reaksi Arya yang seperti ini. Pangeran kesayangan dari keluarga kaya raya Dwisastro, manalah mungkin semudah itu mengiyakan pernikahan usia muda. Tak mungkin.

"Sha?"

"Berhenti di sana! jangan sentuh!" teriak Alisha begitu Arya mencoba meraih tangannya.

"Maafin aku, Sha. Maaf."

Maaf ya? entah maaf yang ditujukan pada siapa maksud Arya. Pada Alisha atau pada bayi dalam kandungannya.

"Kayaknya kamu bener, Mas," seru Alisha dengan suara sangat pelan. "Orang tua dan keluarga besar kita pasti kecewa luar biasa kalau tau keadaan kita yang memalukan ini. Aku nggak mau mempermalukan mereka dengan aib seperti ini."

Arya menghela napas panjang. Dadanya mendadak lega mendengar jawaban Alisha. Itu artinya kekasihnya ini bersedia mengugurkan kandungan itu kan? Aib seperti itu memang harus dimusnahkan, iya kan?

"Sha... "

Alisha kembali mundur saat Arya mendekat. Gadis itu cepat-cepat menghapus air mata lalu berbalik dan berlarian kecil untuk mengambil pil sialan yang tadi ia lemparkan di sebelah tangga.

"Kamu bener, Mas. Mungkin dengan benda ini, kedua orang tua kita tak perlu menanggung malu karena kesalahan ini."

Tak perlu menunggu respon Arya, karena setelah mengatakan itu Alisha langsung berlari menjauh. Menguatkan langkah kaki agar tak goyah dan kembali menoleh pada Arya yang berlaku tak adil padanya.

Alisha pikir apa yang dikatakan Arya tak sepenuhnya salah, memang tak seharusnya orang tua atau keluarga besar mereka menanggung malu akibat ulahnya yang nista. Aib yang ia bawa memang harus segera dilenyapkan, tapi bukan dengan menghilangkan nyawa bayi tak berdosa di dalam perutnya ini. Melainkan dirinya sendiri yang harus mengalah pergi.

"Sha, lo mau ke mana? Shaa!!" Itu suara Maya saat berpapasan dengannya, sahabat Alisha yang menjadi sahabat Alisha yang menjadi teman berbagi apartmen selama ini.

"Sha!!" teriak Maya lagi tetap tak mendapat jawaban. Alisha sengaja mengabaikan panggilan dan sapa ramah dari teman-teman kuliahnya yang baru saja keluar dari fakultas.

Alisha sengaja menulikan telinga, mengabaikan panggilan dan sapa ramah dari teman-teman kuliahnya yang baru saja keluar dari fakultas. Ia hanya fokus pada satu tujuan, jembatan penyeberangan yang baru saja rampung dibangun di depan kampusnya. Jembatan panjang yang berdiri kokoh melintasi dua ruas jalan utama itu masih sepi.

Jadi, kalau pun ia melompat dari sana saat ini, pasti tak akan ada yang mencegah kan? Keputusan yang ia ambil dalam hitungan menit itu sudah bulat. Aib itu harus benar-benar dilenyapkan dari muka bumi. Bukan hanya jabang bayi dalam rahim yang ia bawa, tapi ... beserta juga dengan dirinya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BadmiLove 2
9.4
Naila terkejut saat harus menikah dengan Irwan, pria asing yang baru ditemuinya. Walau konflik masa lalunya telah reda, ia kini terikat janji pada seorang dokter yang merupakan sahabat dari sepupunya. Irwan sendiri yakin mempersunting Naila hanya setelah dua kali bersua secara tidak sengaja. Dengan dukungan kerabat, pernikahan sederhana pun terlaksana saat liburan. Namun, benarkah ada cinta di hati Irwan? Bayang-bayang masa lalu Naila kini mulai mengancam awal pernikahan mereka.
Sampul Novel Cinta di Tengah Bahaya
9.2
Saat hamil lagi, sang istri menyerahkan seluruh tabungannya demi mendukung janji Arif Ravindra untuk berubah. Namun, ia justru mendapati kenyataan bahwa suaminya adalah bos mafia kaya raya yang memalsukan kemiskinan. Atas saran sahabat kecilnya, Lina Candra, Arif memilih menguji kesetiaan istrinya sekali lagi sebelum mengungkap identitas aslinya. Mengetahui cintanya selama ini hanya dijadikan bahan ujian dan dipenuhi kebohongan, sang istri memutuskan untuk pergi dan menolak hubungan tersebut.
Sampul Novel Ketika Cinta Adalah Sebuah Kebohongan
9.7
Tiga tahun Kesha terjebak dalam pernikahan toksik bersama Juan. Titik balik terjadi saat sang adik mengkhianatinya dengan kejam. Setelah dijebak, Kesha memutuskan pergi dan meninggalkan surat cerai. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali sebagai wanita sukses yang menawan. Juan terkejut melihat kemiripannya dengan cinta barunya, lalu sadar bahwa selama ini ia hanya menjadikan Kesha sebagai pengganti. Kini, Juan yang putus asa mengejar Kesha demi mendapat jawaban atas luka masa lalu mereka.
Sampul Novel Love After Marriage
8.9
Alesya terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Victor, CEO dingin yang berniat membalas dendam atas kematian adiknya. Alih-alih bahagia, ia justru dihina dan menjadi pelampiasan kebencian suaminya. Victor bertekad membuat hidup Alesya menderita selamanya. Di tengah kekejaman dan trauma masa lalu, mampukah cinta tumbuh di hati pria yang bahkan tidak pernah menganggap keberadaannya?
Sampul Novel Satu Talak Seribu Luka
8.4
Setahun menjalani pernikahan hampa, Aurelia Shanum langsung diceraikan Damian Revan Alveric begitu ayah mertuanya tiada. Dua tahun berlalu, kini Aurelia telah bangkit menjadi perempuan mandiri yang sukses memimpin bisnis EO pernikahannya sendiri. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali lewat cara yang tak terduga. Damian mendadak datang sebagai klien baru yang meminta Aurelia merancang hari bahagianya. Kini, ia dituntut profesional di hadapan mantan suami yang dahulu telah mematahkan hatinya.
Sampul Novel Surga Yang Direnggut Paksa
8.6
Hasna mengira menjadi istri kedua akan memberinya kebahagiaan sejati. Nyatanya, pilihan itu justru menghancurkan hidupnya. Kini ia didera penyesalan mendalam karena telah merusak pernikahan adik kandungnya sendiri. Hasna pun harus menanggung akibat fatal dari keputusannya yang telah menghancurkan hubungan darah demi mengejar cinta semu.