APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Affair With My Ex

Affair With My Ex

Pernikahan Bella Nayaka hancur seketika saat Alura Gayatri datang mengaku hamil anak Ellard William. Ellard justru memilih menikahi selingkuhannya itu ketimbang membela Bella, kekasihnya selama dua tahun. Meski dikhianati dengan kejam, Bella yang masih memendam rasa cinta nekat mendatangi hari pernikahan sang mantan. Apakah keputusan Bella ini akan sia-sia, atau ada niat terselubung yang ia siapkan saat berhadapan lagi dengan Ellard?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Alura sudah tidur?"

Waktu menunjukan pukul 23:00, Ellard baru saja menyelesaikan acara meeting bersama pihak Ceci magazine terkait kontrak dan pemotretan lanjutan mereka di Bali. Deril membersamai dengan setia, menyampaikan segala sesuatu yang Ellard inginkan. Untuk kemudian mendapat kesimpulan akhir dan tanda tangan kesepakatan.

Semua berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun.

"Sudah Tuan."

Ellard mendesah lega, malam ini adalah malam ketiga setelah pernikahannya bersama Alura.

Pulang saat Alura sudah tertidur lalu pergi lagi saat Alura belum bangun. Sekejam itu ia menghindari isterinya. Mau bagaimana lagi, ia hanya tidak ingin menyakiti Bella dengan menaruh perhatian pada wanita lain, meski itu istrinya sendiri.

Ellard mengendap masuk kekamar, pelan-pelan menarik engsel pintu dengan harapan Alura tidak terbangun.

"Baru pulang?"

"Astaga!"

Tubuhnya tersentak kebelakang, Alura belum tidur. Terlihat segar dengan matanya yang menggerling nakal.

"Kau semakin sibuk saja setelah menikah." rajuknya yang Ellard perhatikan ekspresi merengut itu dibuat agak berlebihan.

Tak mendapat reaksi apapun, Alura seakan gemas sendiri lalu menyingkap selimut putih yang menutupi tubuhnya dengan elegan, yang saat itulah Ellard mengetahui Alura sekarang sedang menggunakan lingerie dibalik cardigan tipis berwarna pink bunga-bunga.

Alura tampak seksi dengan lingerie hitam bertali spaghetti, serta jaring-jaring tipis yang bahkan tidak menutupi apapun kecuali putting payudara dan bagian bawahnya. Bibir alura yang merah terlihat sangat kontras dengan kulit wajahnya yang putih mulus.

Ellard bukanlah lelaki polos, tahu betul jika Alura sedang berniat menggoda dirinya dengan pakaian-pakaian itu.

"Jangan membuatku menunggu Ellard, kemarilah." Suara Alura dibuat mendesah membuka kedua tangannya dengan maksud Ellard segera memeluk tubuhnya.

"Aku belum mandi, Alura." Yang naasnya ditolak saat itu juga.

🐣🐣🐣

Air hangat mengguyur tubuh atletis Ellard. Membasahi rambut hingga kaki, otot-otot tubuhnya seolah kembali tersatukan saat ia renggangkan yang mana tulang-tulang itu serasa gemeretak namun melegakan.

Aroma Citrus menguar memenuhi kamar mandi terasa menyegarkan kala masuk ke indera penciuman.

Beberapa lilin aroma terapi tidak pernah Ellard lupakan, aromanya yang menenangkan mampu merelaksasi kan jiwa yang lelah.

Mata Ellard terpejam entah sejak kapan, menikmati saat-saat lelehan air membelai lembut keseluruhan tubuhnya. Terasa seperti sentuhan tangan-tangan manis sang bidadari, Ellard menikmati nya.

"Mmm."

Detik demi detik berjalan menyenangkan, sentuhan yang Ellard terima nyaris nyata terasa. Belaian lembut, turun dari dada ke perut, disambut girang Otot-otot sekitar sana tertarik begitu kencang ketika ia menghirup napas demi kelancaran siklus diparu-paru, desahan terang-terangan ia alunkan menjelaskan bagaimana ia menyukai ini.

"Kau suka?"

Ellard mengangguk tanpa dosa, detak jantungnya terdengar ugal-ugalan. Kepala Ellard semakin tak berisi, tubuhnya melayang tanpa kendali yang memadai.

Aliran darah ikut ambil bagian, kini bergerak lebih cepat dan panas, nyaris meledakkan jantung dan kepala Ellard secara bersamaan.

Kecupan-kecupan lembut membuai Ellard yang lupa diri. Hingga tangan lembut itu perlahan menyentuh pusat gairahnya.

Alura menyeringai senang, kepunyaan Ellard sudah berdiri dibawah sentuhannya. Mengusapnya lembut agar Ellard tidak terlalu terkejut.

Benar saja mata Ellard tetap terpejam dengan geraman seksi terdengar jantan.

Bahkan saat Alura memutar tubuh Ellard, lelaki itu menurut tanpa protes. Membiarkan pusat tubuhnya dieksploitasi lebih jauh. Sampai terasa kecupan lembut mendarat disana. Terasa hangat dan basah secara bersamaan. Ellard jadi penasaran bagaimana jadinya jika miliknya masuk kedalam mulut mungil itu, mengurut nikmat miliknya hingga orgasme.

"Ahh."

Yang ternyata dikabulkan cuma-cuma. Alura memasukan kejantanan Ellard kemulutnya, mengulumnya lembut hingga Ellard mendesah keras-keras.

Ellard menyerah, menarik tubuh ramping Alura berdiri melepaskan kejantanannya yang nyaris mengeluarkan cairan kenikmatan. Tatapan Ellard tahu-tahu menjadi sayu, berhadapan dengan Alura yang kini tersenyum menang karena telah berhasil membangunkan singa tidur dalam diri suaminya.

"Kau benar-benar ingin menggodaku rupanya."

Ellard sudah dibutakan oleh gairah, geraman tertahan terdengar sesaat sebelum ia tekan tubuh Alura Kedinding. Akal sehat yang selama ini Ellard pertahanan mati-matian ia kesampingkan demi kenikmatan dunia yang Alura tawarkan.

Lumatan-lumatan kuat ia lancarkan membuat Alura menggeliat, hingga saat nya Ellard membalikan tubuh Alura menghadap dinding tanpa perhitungan, kening Alura terpentok disana entah bagaimana rasanya yang jelas Ellard masih dapat melihat senyum Alura yang seperti lebih lebar dari sebelumnya.

"Lebarkan kakimu, Alura."

"Ellard ahh-"

Ellard menyeringai, menekan kuat-kuat dirinya didalam Alura,

"Ini yang kau mau kan?"

Satu, dua, tiga dorongan kuat meluluhlantakkan perasaan Alura. Tubuhnya terhentak tidak Karun sampai-sampai tangannya meraba mencari pegangan untuk bisa bertahan dibawah kuasa Ellard yang bahkan tak memberinya kesempatan untuk bernapas.

"Ellard pelan ku mohon--"

Waktu berjalan dengan cepat, semua terjadi begitu saja. Pergumulan panas mereka berakhir diatas ranjang.

Baik Ellard maupun Alura, napas masih terengah tubuh pun masih menyatu. Baru saja Ellard menyelesaikan orgasmenya yang luar biasa, mendekap erat tubuh Alura yang belum juga sanggup ia kurangi intensitasnya. Getaran didalam sana masih jelas terasa, sesekali masih Ellard gerakan kejantanannya yang terus saja mengeluarkan cairan kenikmatan.

"Jangan tinggalkan aku terus." Ujar Alura memulai pembicaraan.

Ellard menarik lepas kejantanannya yang sudah puas memasuki Alura, kemudian membaringkan diri disebelah Alura yang kini memeluk mesra tubuhnya.

"Aku harus bekerja Alura, menemanimu seharian tidak membuatku mendapat uang."

Setelahnya Ellard tidak tahu lagi Alura membicarakan apa. Lelaki itu menatap langit-langit, membiarkan pikirannya menjelajah entah kemana. Disaat seperti ini malah nama Bella terlintas dalam benaknya.

Bella wanita baik-baik, tega-teganya Ellard menghancurkan ekspektasi Bella terhadap dirinya dengan menikahi alura. Ellard tahu-tahu mendesah kasar. Ia terlalu bodoh untuk membuat wanitanya bahagia.

🐣🐣🐣

Sampai kini dalam perjalanan, Ellard masih saja merutuki kebodohannya yang dengan gampangnya tergoda rayuan Alura hingga melakukan percintaan panas dikamar mandi.

Ellard memijit pangkal hidungnya hingga memerah, ia menghianati Bella dalam keadaan sadar.

Walau sebenarnya dia sudah menghianati wanita itu sejak lama dan berakhir menikahi alura yang hamil. Tapi sungguh ceritanya berbeda, karena saat itu Ellard mabuk. Sementara tadi malam ia lakukan atas dasar suka sama suka.

"Kenapa?"

Sampai-sampai Ellard lupa kalau dimobil ini ada Deril yang pasti akan bertanya.

"Tidak apa-apa."

"Baru menikah sudah kusut saja." Lelaki itu memberi komentar sambil terus sibuk dengan ponsel pintarnya.

"Oh iya. Nanti malam ada produser yang mau bertemu dengan mu. Membicarakan yang kataku semalam."

"Kau tidak mungkin menyetujui kontrak reality show yang akan menayangkan kehidupan pernikahanku kan?" Tanya Ellard namun ketika melihat cengiran jahil Deril, Ellard jadi naik darah "Jangan gila Deril!"

Ellard tentu terkejut, karena Deril yang mengambil keputusan sepihak. Ellard tidak mau urusan pribadinya terpublikasikan, dia bukan artis-artis sensasional yang suka gimick.

"Honornya lumayan. Tidak usah munafik, uang adalah segalanya. Lagipula Alura juga sudah setuju. Jadi berhentilah bersikap berlebihan, kau tinggal tanda tangan kontrak, terus syuting paling gimmick-gimmick dikit, sudah itu kelar." Segampang itu Deril mengatakannya. Ellard kesal sampai tidak bisa berkata-kata.

"Terserah."

"Eyss pria bodoh ini." Cibir Deril masa bodo.

Kemudian tidak ada lagi yang berbicara setelahnya, Deril lanjut dengan ponselnya sementara Ellard sibuk dengan pikiran nya tidak tahu mengarah kemana.

"Bahri berhenti!" Perintah Ellard tiba-tiba padahal lampu jalanan baru saja berubah hijau, yang artinya mereka tidak boleh berhenti disana karena akan menganggu pengguna jalan lainnya.

"turun."

Ellard berbicara datar, yang Deril tahu lelaki itu sedang mengusir dirinya.

"Hah? Jangan bercanda Ellard. Ini lampu merah."

"Turun Deril."

Suara klakson mobil berbunyi keras sampai Deril sedikit berjengkit kaget.

"JALAN WOY, PANAS INI!!!"

Ellard mengangkat sebelah alisnya seraya tersenyum jahat.

"Fine!"

Yang Deril banting kuat-kuat pintu mobil itu, berjalan kepinggir sambil menutupi wajahnya karena malu.

"Artis jahanam!"

🐣🐣🐣

"Bagaimana?"

Bella baru saja keluar dari ruang si boss, wajahnya masih tegang bahkan telapak tangan pun masih dingin.

"Proposal ku diterima, tanpa revisi." Pekik Bella tidak sadar mencuri perhatian beberapa orang yang lewat, "peluncuran produk nya dipercepat. Kata pak Fahri aku tinggal mengurus surat izin edar sedangan untuk BPOM-nya dia yang urus."

"Wahhh selamat Bella."

Satu persatu rekan kerjanya menyalami Bella.

"Terimakasih."

Nana sang sahabat ikut senang mendengarnya, memeluk Bella untuk memberi selamat. "Akhirnya ya Bella, usaha kerasmu berbuah manis."

"Iya Na. Makasih ya Na sudah support aku selama ini. Ya sudah ya aku harus pergi. Banyak hal yang harus aku urus. Waktunya mulai mepet." Kata Bella kemudian setengah berlari padahal napas nya saja masih terengah, "awas jatuh bell."

Nana hanya geleng-geleng melihat kerja keras Bella. Wanita hebat yang cantik namun sayang kurang beruntung dalam urusan percintaan.

Salah besar Ellard meninggalkan Bella Hanya untuk seorang artis baru bernama Alura Rinjani, pikir Nana.

🐣🐣🐣

Bella baru saja tiba dirumah saat ponselnya berdering yang ternyata dari Ellard membuat kening Bella berkerut. Sambil terus lanjut melepaskan kaus kaki, ia menerima telpon Ellard,

"Hmm?"

"Cueknya kekasihku." Goda Ellard diujung sana,

"Ada apa?"

Ini kali pertama Ellard menghubungi Bella semenjak menikah.

"Lihat kebawah."

Kerutan di kening Bella bertambah, namun tetap menurut. Membuka tirai jendela.

"Astaga Ellard, apa yang kau lakukan disana?" Pekik Bella panik saat tahu Ellard sedang melambai padanya seraya bersandar pada badan mobil.

Tidak tahu kah dia seberapa bahayanya yang ia lakukan saat ini?

Kalau ayah Bella tahu bisa babak belur wajah Ellard yang tampan itu.

"Kok nanya nya begitu? Turun sayang, aku rindu."

"Ini sudah malam Ellard, lebih baik kau pulang." Elak Bella mencoba bernegosiasi,

"Kau turun atau aku yang naik?!"

Helaan napas Bella terdengar lelah. Ellard dengan segala ancaman nya mau tak mau membuat Bella menurut. Perempuan itu meraih ikat rambutnya, merangkum rambutnya asal lalu turun menemui Ellard.

"Ada apa?"

Ellard tersenyum menarik lengan Bella untuk memeluk tubuhnya yang ia rindukan.

"Berapa lama kita tidak bertemu sampai aku sudah semerindu ini padamu, Bella?" Tanya Ellard sambil mengelus lembut punggung Bella.

"Aku tidak tahu. Tidak sempat menghitung."

"Jawab yang benar. " Ellard menggerutu melepaskan pelukannya ganti memegang bahu Bella. Dengan begitu Ellard dapat dengan jelas melihat wajah bella yang cantik meski penerangan minim.

"baru tujuh hari."

"Tujuh hari tapi serasa tujuh tahun bagiku."

Bualan manis itu membuat Bella memutar bola matanya malas

"Jangan bilang kau tidak merindukanku, Bella?" Tanya Ellard berpura-pura merajuk "Jadi rinduku benar-benar hanya bertepuk sebelah tangan?"

Astaga. Ellard pikir berapa usianya sekarang, merengut seperti itu membuat Bella gemas lalu menangkup pipi Ellard kemudian menjinjitkan kaki untuk bisa mengecup bibir tebal Ellard yang langsung tersenyum menang.

"Kau puas?"

Namun bukan Ellard namanya jika puas hanya dengan kecupan. Ia menarik pinggang Bella merapat padanya. Menyatukan kembali bibir mereka dengan lumatan dalam.

Tangan Bella mengalung dileher Ellard, ikut andil dalam ciuman manis penuh perasaan.

Hingga udara terasa semakin menipis tautan itu terlepas dengan sendirinya menyisakan sisa saliva disudut bibir Bella yang langsung Ellard hapus dengan ibu jarinya.

"Ikut aku yuk Bell."

Napas Bella masih terengah ketika Ellard menariknya memasuki mobil.

"Kemana?"

"Rahasia."

Hingga mobil melaju dengan cepat, lagi-lagi Bella tidak bisa menolak keinginan Ellard.

🐣🐣🐣

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BIDADARI DALAM HIDUPKU
9.6
Kisah emosional seorang pemuda yang berjuang menembus kerasnya kehidupan demi menemukan ibunya yang lama hilang. Di tengah badai masa muda dan pencarian jati diri, ia memulai petualangan panjang melacak jejak masa lalu yang samar. Ini adalah perjuangan batin yang mengharukan dari seorang anak yang bertekad menyatukan kembali kepingan keluarganya yang telah terpisah sekian lama.
Sampul Novel Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
9.5
Kebahagiaan rumah tangga Adara Paramitha dan Garen Wijaya seketika runtuh akibat kecelakaan tragis yang menimpa Garen. Demi menyelamatkan nyawa suaminya, Adara terpaksa menerima bantuan finansial dari konglomerat Rian Kusuma. Namun, pertolongan tersebut menuntut bayaran mahal yang mengancam kesetiaannya. Di sisi lain, Kirana Senja selaku kekasih Rian mulai mencium adanya ancaman. Kini, mereka semua terjebak dalam dilema pengorbanan dan rahasia yang siap menghancurkan pernikahan Adara.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pantas Kupertahankan
8.9
Seminggu menjelang pernikahan, Jimmy mendadak memutuskan menikahi cinta pertamanya, Mia, demi memenuhi wasiat terakhir mendiang ibunya. Jimmy bahkan tega meremehkan proyek perhiasan bernilai triliunan rupiah milik bersama yang dijadwalkan rilis di hari pernikahan mereka. Karena sang tunangan justru menyuruhnya mencari orang lain jika hanya mengincar keuntungan bisnis tersebut, kesadaran sang protagonis pun pulih sepenuhnya. Ia segera menghubungi kakaknya untuk mencarikannya calon suami baru.
Sampul Novel Dimadu Saat Koma
9.0
Terbangun dari koma pasca-melahirkan, Inara harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah berpoligami dan anaknya sendiri bersikap dingin. Di tengah rasa sakit akibat pengkhianatan tersebut, Feri, dokter sekaligus mantan kekasihnya, datang menawarkan kenyamanan. Inara yang terluka akhirnya terjerat dalam hubungan terlarang sebagai wujud balas dendam. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan pernikahan yang hancur atau menyudahinya demi harga diri.
Sampul Novel Penyesalan Mantan Suami di Depan Makamku
9.6
Kepulangan Rina Januar memicu keretakan rumah tangga sang protagonis. Setelah mendapati bukti kedekatan suaminya, Galih Gunawan, lewat unggahan foto di media sosial Rina, sang istri langsung dihadapkan pada tuntutan cerai. Galih mendesaknya melepaskan status Nyonya Gunawan demi menyerahkannya kepada Rina. Menyadari sisa hidupnya tidak lama lagi, ia merelakan segalanya hingga ajal menjemput. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi Galih, yang kini menangis penuh penyesalan di depan makamnya dan berjanji tidak akan pernah menggenggam tangan wanita lain.
Sampul Novel Terjebak Cinta CEO (Stuck In Love CEO)
8.6
Rachel Anastasya memilih kabur di hari pertunangannya demi menghindari perjodohan yang tidak diinginkan. Terbiasa hidup serba ada, kini ia harus mandiri dan berjuang bertahan hidup sendirian. Tanpa diduga, takdir mempertemukannya dengan Satria Angkasa. Pria dingin yang menjadi bos di tempat kerja barunya itu ternyata adalah sosok calon tunangan yang ia hindari. Akankah kenyataan ini mengubah keputusan Rachel untuk menaruh hati padanya?