APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel AFFAIR WITH IPAR

AFFAIR WITH IPAR

Pernikahan Alma dan Evan yang berjalan tiga tahun mulai terasa hambar karena belum dikaruniai anak. Di tengah situasi dingin tersebut, Evan justru berselingkuh dengan Laras, adik iparnya sendiri. Pengkhianatan besar ini menguji keutuhan rumah tangga mereka. Saat hubungan terlarang suami dan adiknya ini terungkap, sanggupkah Alma memaafkan mereka? Sebuah kisah pilu tentang runtuhnya komitmen kesetiaan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hasrat Evan tak dapat lagi bertahan. Ia pun memanggil Laras. Laras yang kaget dengan kedatangan Evan ke dalam kamarnya segera memakai baju handuknya. Laras tak sadar kalau sejak tadi Evan sudah asyik memperhatikannya mandi.

"Mas, kok di sini, ada apa?" Laras kaget dengan keberadaan kakak iparnya di dalam kamar dengan keadaan pintu yang tertutup.

Evan membisu, ia hanya menatap Laras dengan netra yang penuh hasrat. Jiwanya bergelora. Laras yang polos langsung menepuk manja pipi kakak iparnya.

"Mas, Mas, kenapa?" tanya Laras yang heran melihat gelagat kakak iparnya itu.

"E-eh, enggak, Dek, Mas lagi pengen ngobrol aja. Kakakmu lembur malam ini, Mas kesepian ...." Evan berdiri mengelilingi Laras sambil memandang tajam ke seluruh lekuk tubuh mulusnya.

"Oh, kirain ada apa. Laras ganti baju dulu ya, Mas tunggu di luar, nanti ditemani sampai kakak pulang," tutur Laras.

"Ok, Dek," jawab Evan tersenyum. Ia pun keluar kamar sang adik ipar.

Evan mengalah. Ia tak mungkin langsung melakukan serangan itu terang-terangan. Pikirnya, ia harus bermain cantik. Laras yang polos, mudah untuk ditaklukkan.

Sedangkan Alma sejak naik jabatan ia menjadi wanita karir yang jauh lebih sibuk. Ia pun istri yang sangat berhati-hati dan takut berpikiran buruk, terlebih pada suaminya sendiri. Dua kakak beradik itu sangat mudah mempercayai Evan.

Laras pun keluar dari kamarnya, ia memakai hot pants dan kaos tank top kesukaannya. Evan semakin berfantasi hingga ingin bercinta dengan adik iparnya sendiri.

"Mas, aku buatin minuman dulu ya," kata Laras yang beranjak menuju dapur.

"Ok, jangan terlalu manis, Dek," jawab Evan.

Beberapa menit kemudian Laras datang dengan dua gelas kopi hangat dan pisang goreng keju, cemilan yang sudah dibuat Bi Asih.

Evan yang takut dicurigai Bi Asih mengajak Aqilla bersantai di atas balkon. Di sini lebih nyaman dan aman, begitulah pikir Evan yang otaknya sudah dipenuhi pikiran kotornya.

"Dek, gimana Gio?" selidik Evan.

"Oh, Gio sedang sibuk, Mas. Maklum dia kejar setoran untuk biaya pernikahan kami," ujar Laraa tersenyum tipis.

"Oh, kamu sudah mantap?" ujar Evan yang mencoba mempengaruhi adik iparnya itu.

"Mas, kok nanya gitu sih? Kami kan sudah lama berpacaran, jadi aku sudah mantap dan mengenal betul bagaimana dia, begitupun sebaliknya." Laras mulai jengah dengan pertanyaan Evan itu.

Evan mencoba tersenyum meski hatinya kesal.

Evan pun bangkit. Ia mencoba merangkul Laras dari belakang yang sedang berdiri menatap langit bertabur bintang malam itu dari tepian balkon.

Evan mendekatkan wajahnya, hingga dapat melihat jelas mulusnya bagian dada Laras. Laras yang terbiasa manja, tak menganggap itu sesuatu yang aneh. Hanya rangkulan seorang kakak.

"Dek, lihat pemandangan di sana? Gimana kalau nanti kita pergi berdua ke sana?" ajak Evan menunjuk sebuah gedung pencakar langit.

Laras mulai heran, tak biasanya kakak iparnya itu mengajaknya pergi berdua.

"Itu hotel kan, Mas? Mas mau ngapain ngajak aku ke sana?" tanya Laras heran.

"E-eh, kita nyantai di atas sana, ada cafe dan makanannya enak-enak, Dek. Gimana?" ujar Evan beralasan.

"Kak Alma ikut?" tanya balik Laras.

"Ah, kakakmu itu sibuk. Mana punya waktu dia pergi sama kita, Dek," gerutu Evan.

"Kak Alma memangnya enggak akan marah, Mas?" tutur Laras.

"Enggaklah, Mas kan pergi sama adiknya sendiri, dia gak akan marah," jawab Evan tersenyum. Ia berharap, kali ini Laras mau memenuhi ajakannya.

Laras yang polos, percaya saja dengan kata Evan. Ia pun menyetujui ajakan Evan. Padahal, Evan sudah mempunyai rencana untuk menjerat Laras sebelum ia menikah dengan Gio. Paling tidak, ia akan menjadi lelaki pertama yang menjamah tubuhnya, bukan Gio, lelaki yang sudah memacarinya sangat lama itu.

Laras pun berjalan mengelilingi balkon dengan pemandangannya yang indah dengan gemerlap bintang. Tanpa sadar, ia terpleset dan nyaris jatuh. Evan sigap menangkap tubuh Laras dan memanfaatkan situasi. Ia semakin mendekatkan wajahnya dan mencoba mencium bibir manis Laras yang menggoda.

"Kamu cantik sekali malam ini, Dek!" puji Evan yang kini wajahnya sudah sangat dekat dengan Laras.

Saat Evan hendak mencium Laras, ia dikagetkan dengan kedatangan Alma yang tiba-tiba ke atas balkon.

"Hei, kalian di sini ternyata," teriak Alma membuat Laras dan Evan kaget.

"Kak, aku nyaris jatuh tadi, untung ada Mas Evan yang sigap narik aku," ujar Laras terbata. Ia tidak mau kakaknya salah paham melihat Evan memeluk erat.

"Hati-hati dong, Dek," kata Alma yang terlihat khawatir.

"Aku ke kamar dulu ya." pamit Laras dengan wajah tak enak hati.

Laras pun beranjak dari balkon. Wajah Evan pun memerah. Ia takut kalau Alma menaruh curiga saat melihatnya dan Laras sangat dekat seperti tadi.

Bersyukur, dugaannya salah. Alma justru berterima kasih sudah menolong Laras, adik kesayangannya itu. Jika tidak, adik kesayangannya itu bisa jatuh ke bawah.

****

Alma pun kembali ke kamarnya, untuk membersihkan badan. Evan masih termenung dengan wajah sedikit kesal karena gagal mencium bibir merah merona sang adik ipar.

"Sial! Gagal aku malam ini," gerutu Evan.

Setelah selesai mandi, Evan dan Alma makan malam bersama. Laras memutuskan makan malam di kamarnya, sambil menyelesaikan beberapa pekerjaan. Itu alasannya pada sang kakak. Sayang, Evan tak percaya. Ia yakin, Laras mulai menghindarinya.

"Aku pasti bisa mencicipi tubuhmu, Laras. Tidak malam ini, akan ada malam-malam selanjutnya," gumam Evan.

Alma yang sudah lelah seharian dengan pekerjaannya, memutuskan langsung beristirahat, ia menolak melayani Evan. Evan yang kesal pun memutuskan keluar. Ia menonton TV, sambil mencari kesempatan jika Laras membuka pintu.

Bi Asih yang masih menyelesaikan pekerjaannya pun disuruhnya beristirahat. Ia tak ingin rencananya gagal hanya karena kepergok ART yang sudah dianggap keluarga itu.

Semakin larut, mata Evan tak juga terpejam, ia masih asyik menonton TV hingga sekitar pukul 01.30 Laraa keluar dan kaget melihat kakak iparnya itu masih menonton TV di ruang keluarga.

"Mas, belum tidur?" tanya Laras yang kaget melihat Evan masih menonton TV.

"Belum bisa, Dek. Kamu mau ngapain?" tanya Evan berbasa-basi.

"Mau ambil minum, Mas," jawab Laras datar.

Laras pun menuju kulkas dan mengambil sebuah botol dan saat hendak menuju kamarnya, Evan sudah berdiri di depan pintu kamar.

"Mas, ada apa?" ujar Laras panik.

Evan yang sudah kepalang berhasrat dan ditolak Alma akhirnya gelap mata. Ia menarik tangan Laras dan mengunci pintu dari dalam.

"Mas, mau ngapain, kok Mas masuk ke kamar dan ...." kata Laras setengah berteriak.

"Ssstt, diam, Dek! Nanti kakakmu mendengar dan terbangun," ucap Evan yang menutup mulut adik iparnya itu.

"Mas, mau apa?" pekik Laras.

Evan pun mendekat. Ia mendorong tubuh Laras ketembok dan ia mulai berusaha mencumbu adik iparnya itu. Laras pun berusaha memberontak. Sayang, kekuatannya kalah melawan lelaki tubuh besar itu.

"Mas, jangan ...." lirih Laras.

Laras masih mencoba bertahan, mengelak keinginan Evan yang terus berusaha mencium bibirnya. Akhirnya, kekuatannya bobol. Evan berhasil memeluk tubuh gadis mungil itu dan mencium bibirnya yang kemerahan dengan sangat ganas. Laras pun kini tak lagi bisa melawan. Ia pun tak mampu lagi mengelak saat nafsunya pun mulai bergejolak karena cumbuan yang diberikan Evan.

"Nikmati saja, Dek, malam ini Mas akan berikan kenikmatan dan kepuasan yang belum pernah kamu dapatkan dari Gio," tutur Evan.

"Tapi, Mas ...." lirih Laras yang semakin tak bisa mengontrol dirinya.

Evan tak peduli, ia semakin ganas mencumbu Laras. Laras pun mulai tak perduli siapa lelaki yang ada dihadapannya itu. Setelah tak mampu menahan, Evan pun menarik tangan Laras dan membiarkan tubuh mungil dan mulusnya itu terjamah Evan di ranjangnya.

Hingga akhirnya, satu per satu, pakaian mereka pun terlepas dan Laras terbuai dalam gelora asmara terlarangnya bersama Evan.

"Mas ...." lirih Laras sambil terisak.

"Laras, Mas, sangat puas ...." ujar Evan mencium kening Laras.

Mereka pun menikmati malam itu berdua, bercinta di saat Alma tertidur pulas di kamarnya.

Bersambung ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bound by Destiny
8.5
Elice Danurdara terpuruk dalam kehancuran setelah dicampakkan dan dipermalukan dengan sangat kejam. Di tengah keputusasaan yang hampir membuatnya menyerah, takdir mempertemukannya dengan sosok asing bernama Garettinus Hardiyata. Lewat kehadiran, tutur kata lembut, serta sentuhannya, Garettinus membuktikan bahwa Elice adalah wanita yang sangat berharga. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Elice untuk bangkit dari keterpurukan hidupnya.
Sampul Novel Jodohnya yang Tak Diinginkan, Sihirnya yang Terlarang
9.2
Lima tahun mengabdi sebagai pendamping Alpha Bram, kesetiaanku dibalas pengkhianatan kejam. Saat lampu gantung jatuh, Bram menjadikanku tameng hidup demi menyelamatkan Bella, selingkuhannya. Akibatnya, tubuhku hancur dan serigalaku lumpuh. Tak cukup sampai di situ, Bram tega memutuskan ikatan suci kami secara paksa. Rasa sakit luar biasa itu merenggut nyawaku, tepat ketika rahasia bahwa aku mengandung ahli warisnya terungkap. Kini, penyesalan Bram sia-sia.
Sampul Novel Kisah Cinta Di Negeri Gaib
7.9
Rencana Andrian melamar Afifa di Pulau Sempu bersama sahabat mereka berakhir tragis. Afifa, gadis indigo yang dapat menyentuh makhluk halus, terjebak di dimensi astral setelah memikat hati sosok gaib bernama Aqeel. Di tengah misteri dunia lain, Afifa berjuang keras untuk meloloskan diri. Di alam nyata, Andrian yang setia terus menanti kepulangan kekasihnya yang hilang secara misterius, serta dengan tegas menolak untuk menikahi wanita lain.
Sampul Novel Kita Tidak Akan Pernah Berpisah Lagi
9.6
Setelah tewas secara tragis akibat cinta buta, Maeve terlahir kembali dengan tekad menjalani hidup baru yang bebas. Ia pun menghancurkan ambisi rival lamanya di dunia musik melalui bakat yang tak tertandingi. Sambil meniti puncak karier, Maeve tetap menunjukkan sisi lembut pada pria yang dicintainya. Di balik ketegasannya, ia tak ragu menggoda sang kekasih hingga pria itu membalasnya dengan bisikan penuh gairah yang menjanjikan malam tak terlupakan.
Sampul Novel Obsessed ( siapa kamu ? )
8.5
Alana tidak menyadari bahaya yang mengintai di balik dinding apartemen mewahnya. Setiap malam, sosok pria misterius menyelinap masuk ke kamarnya saat ia terlelap. Alana hanya mengira sentuhan-sentuhan intim itu bagian dari mimpi indahnya. Padahal, penyusup yang sangat obsesif itu berniat menandai tubuh Alana dan mengurungnya selamanya. Kini, Alana terancam oleh kegilaan pria asing yang siap menguasai seluruh hidupnya.
Sampul Novel Suami Selebku Menolak untuk Cerai
9.3
Tujuh tahun mendampingi seorang aktor terkenal dan menikah rahasia selama lima tahun hanya menyisakan sakit hati dan tukak lambung bagi sang istri. Setelah dikhianati demi aktris lain dan diabaikan saat nyawanya terancam dalam bencana longsor, ia akhirnya memilih menyerah dan mengajukan perceraian. Namun, sang suami justru kehilangan akal, memohon agar tidak ditinggalkan, bahkan nekat membongkar pernikahan rahasia mereka di panggung penghargaan. Sayangnya, penyesalan itu sudah terlambat.