APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel About Sila

About Sila

Siti Laila, anak ustaz yang keras kepala, tumbuh tanpa kehangatan orang tua. Di balik sikap santunnya di rumah, Sila menyimpan dendam membara di luar. Ketika ia memutuskan bertobat dan lepas dari masa lalu kelamnya bersama Lucas, ancaman fatal justru datang. Lucas bersumpah akan meluluhlantakkan keluarga Sila jika gadis itu nekat pergi. Kini, Sila terhimpit di antara keinginan menebus dosa dan tuntutan menyelamatkan orang-orang yang ia sayangi.
Bab
Bagikan

Bab 2

"... Maka dari itu, sekali lagi saya ingatkan supaya berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu. Sekian dari saya. Billahi fi sabililhaq, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap seorang gadis mengakhiri ceramahnya di depan para murid MA Adiwijaya. Semua serempak menjawab salam dan bertepuk tangan untuk gadis itu.

"Bisa-bisanya lo ceramah lancar tanpa gugup sedikitpun, Sil, " celetuk salah satu teman dari gadis yang ceramah tadi.

"Nggak gugup apanya, tadi gue cakar tuh bangku depan. Lo liat aja parah tuh gue rusak Lui," balas Sila dengan memutar mata malas nya karena Luisa benar-benar berlebihan.

"Sini mana? Liat kukunya, sakit gak?" tanya Luisa.

"Tuh merah sakit tau."

"Udah nggak usah lebay lo, dengerin tuh Pak Anta," lerai Desti, dia tak mau jika nanti harus terbawa masuk BK karena tak mendengarkan guru BK sedang ceramah ngisi acara rutin Jum'at.

Sila, Desti dan Luisa memang dekat semenjak kelas sebelas. Mereka ke mana-mana selalu bertiga jika di sekolah. Dan jika setelah pulang sekolah, mereka jarang sekali bertemu, karena masing-masing rumah mereka terbilang jauh. Mereka juga saling tertutup tapi tetap saling perhatian.

Siti Laila As Sila, di sekolah dikenal sebagai queen of mathematics karena memang pintar di bidang ini. Sila juga dikenal sebagai seorang anak ustadz. Maka, dia di-cap baik di sekolah. Namun, banyak juga orang yang tak suka, mungkin karena iri atau faktor lainnya. Luisa Putri Andini, nggak terlalu pintar di bidang akademik. Namun,  kecantikannya sangat disegani, ia juga baik,ceria, dan paling bawel lagi cerewet di kelasnya.

Destia Riani, dikenal sebagai anak ambis , pintar, tidak banyak bicara. Dia tidak suka dengan anak OSIS. Karena menurutnya, OSIS nggak lebih dari sekedar babu yang menjelma menjadi putri di sekolah. OSIS selalu merasa berkuasa di sekolah. Namun, meskipun tak suka dengan OSIS dia tak pernah membuat masalah dengan anak OSIS.

***

"Akhirnya kelar juga sekolah," gumam Desti terdengar remang oleh kedua teman di sampingnya. Mereka sedang berjalan keluar aula setelah rutin Jum'at.

"Hah,ngomong apa lo?" tanya Luisa penasaran.

"Akhirnya kelar juga sekolah!" teriak Sila di telinga Luisa, menjawab pertanyaan Luisa.

"Lo denger? Padahal lebih deket gue lho jaraknya, emang bener Des lo ngomong gitu?" elak Luisa.

Desti mengangguk mengiyakan, "Iya, kenapa? Nggak boleh?"

Sila terkekeh mendengar elakan Luisa. "Emang dasarnya aja lo itu budeg haha cantik cantik budeg."

Luisa melotot tak terima. "Eh, lalalala gue nggak budeg ya. Lagi pun kalo gue budeg gue ralat ucapan lo, budeg-budeg pun gue paling cantik huh," sombongnya sambil mengibaskan kerudungnya.

Sila ingin melawan ucapan Luisa. Sangat menyenangkan jika mereka berdebat dan akan banyak waktu dibutuhkan untuk perdebatan sekecil apapun. "Lo ngg—"

"Gue pulang," ucap Desti tiba-tiba sembari mengangkat tangan sambil menjauh dari keduanya.

Sila merasakan ada yang bergetar di saku rok nya, dia melihat handphone dan ternyata ada notif WhatsApp.

[Malam ini jam setengah sembilan Kafe Intan.] Pesan itu dikirim oleh Reno.

[Oke, lo yang bayar kan? Thanks.]

[Sans.]

Tanpa Sila sadari Luisa mengintip HP Sila. "Cowok lo?"

Sila kaget langsung memasukan HP-nya. "Bukan, dia temen gue, ngajak study date," jawab Sila asal

Luisa mengambil cermin mini di sakunya dan bercermin, membenarkan kerudungnya yang sudah tak rapi. "Kirain. Jemputan gue bentar lagi datang."

Sila mengambil cermin Luisa dan memasukkannya kembali ke saku seragam. " Ngaca mulu perasaan."

Luisa mencebik, ia masih ingin berdebat dengan Sila. Namun, jemputannya sudah sampai. " Gue duluan, babai Sila kuchel!" pamit Luisa dengan cengiran khasnya.

Sila tersenyum menanggapi Luisa, entah lah dia tidak pernah menyangka akan berteman dengan Luisa dan Desti yang beda kepribadian dengan Sila. Satu motor sport hitam berhenti tepat di depan Sila. Orang yang mengendarai motor itu membuka helm dan tersenyum menyapa Sila.

"Harus gue lagi sekarang?" tanya orang itu.

Sila tersenyum menanggapinya, "Iya, lo kan tau papa gue sibuk."

"Lo itu punya paman nih ya, yang umurnya hampir sama kek gue. Kenapa nggak lo suru aja tu orang? Malah ngerepotin tetangga."

Sila terkekeh sambil naik motor itu, " Udah, ke supermarket  cepetan, gue beliin seblak deh, kita nyeblak bareng nanti."

"Wihh oke!" teriaknya sambil menancap gas Sila hampir jatuh saat itu.

***

Di sisi lain ada dua orang berbaju hitam memantau Sila dari kejauhan. Orang itu merasa usahanya dua hari ini sia-sia karena tidak mendapatkan  keanehan pada diri Sila. Mereka pun memutuskan untuk menelepon orang yang menyuruhnya.

"Halo bos, kami tidak menemukan keanehan apapun selama tiga hari ini," ucap salah seorang.

"Baiklah, kalian harus segera pulang sebelum dia menyadari keberadaan kalian! Ingat dia itu manipulatif, cerdik jangan sampai kalian terkecoh."

"Baik bos, kami akan segeralah pulang."

***

Di balik telepon tadi, orang itu menggeram tidak mungkin anak buahnya tidak menemukan  apapun. Padahal, dirinya sangat yakin jika Sila adalah sosok yang licik dan akan menghancurkan WASP. WASP adalah sebuah perkumpulan anak SMA, Mahasiswa dan ada juga yang sudah lulus SMA, tapi tidak kuliah. WASP hanya memiliki 40 anggota. Namun, jarang kalah jika ada pertempuran dengan komunitas lain yang jumlah anggotanya lebih banyak dari mereka.

Sila merupakan salah satu anggota inti WASP, karena kecerdikan dan kepintarannya dia dijadikan sebagai pengatur strategi, Sila pandai memanipulasi orang bahkan teman temannya sendiri. Hidup Sila penuh dengan misteri.

Anggota inti WASP terdiri dari Alfian Riko Saputra sebagai ketua, Vandra Raditya sebagai wakilnya, Dika Gemilang sebagai panglima tempur, Devi Andini-sang bendahara, Raditia Gumilar-sang penasehat, Merry Adriani-hacker dan yang terakhir ada Siti Laila sebagai pengatur setrategi.

"Sial , kayaknya bukan gue aja yang curiga sama tu orang, gue yakin—" Seseorang mendobrak pintu ruangan itu, sehingga menimbulkan bunyi yang keras. Dia Riko, ketua geng WASP.

"Maksud lo apa, nyuru orang buat ngawasin Sisil ha?!" teriak Riko

Orang yang ditanya malah memiringkan senyumannya, "Kenapa emang nya? Lo suka sama Sisil? Udah lupa sama Lena?"

Riko menonjok rahangnya, sampai dia tersungkur ke lantai. "Jangan sembarangan ngomong lo!"

"Emang kenyataannya kan, lo lebih peduli sama Sisil dibanding Lena. Sekarang lo liat Lena yang lagi marah, lo udah bujuk dia? Gue rasa belum kayaknya, dan sekarang lo malah mentingin Sisil. Haha lucu ya, pacar sendiri dibiarin sedangkan Sisil lo terus perhatiin." Riko marah dan memukulnya membabi-buta.

"Anjing lo Dika! Jadi itu tujuan lo, dengerin gue dan camkan baik baik! Gue suka sama Lena, gue cinta sama Lena, gue bakal lindungin Lena, jaga Lena dan perhatiin Lena! Dan  Sisil, dia gue anggap sebagai adek gue! Gue punya hutang nyawa sama dia!" teriak Riko menggelegar.

Dika yang masih kesakitan akibat pukulan Riko, hanya menyeringai menganggap remeh Riko. "Tanpa lo tau seluruhnya? seluk beluk anak itu?" Sebenarnya itu bukan pertanyaan, tapi kalimat sindiran untuk Riko.

Riko terdiam memang benar dia hanya tau keluarga kecil Sila, rumah Sila, sekolah Sila, itu saja dan tidak mencari tau lebih dalam lagi. Karena Riko mempercayai Sila. Namun, omongan Dika kali ini seperti sebuah tanda bahwa ada sesuatu penting tentang Sila.

"Gue cuma curiga sama Sisil, Rik," ucap Dika datar.

"Kenapa?" Amarah Riko terganti dengan rasa penasaran.

"Sisil akhir-akhir ini sering nggak ikut ngumpul, baik online ataupun offline. Gue juga pernah liat Sisil dikasih senjata api sama orang misterius berbaju hitam dan orang itu bukan anggota WASP, gue curiga karena ini. Senjata api itu bukan senjata biasa."

Riko menatap Dika dengan tatapan yang sulit diartikan. "Gue balik!" Riko melenggang pergi ke luar.

Riko menatap bangunan dua tingkat bercat hitam abu di hadapannya. Dia takut bangunan ini akan roboh. Ralat bukan bangunannya yang roboh, tapi orang yang mengisi bangunan itu. Terdengar deringan ponsel dari sakunya Riko segera menggeser tombol hijau tanpa melihat siapa yang menelepon.

"Halo?" tanya Riko datar.

"Jemput aku Rik aku sakit, di rumah nggak ada siapa-siapa, perut aku sakit banget tolong!" Mendengar suara itu, Riko langsung melihat nama penelpon.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkit Dari Kematian
8.3
Pernikahan Rianti dan Randi yang semula tenang kini diguncang badai akibat kehadiran masa lalu. Monica kembali membawa dendam membara, merasa dikhianati karena Randi memilih menikahi Rianti. Ia menuntut janji suci yang diklaim pernah diucapkan Randi dahulu, walau pria itu membantahnya dengan tegas. Di tengah misteri ikrar masa lalu yang membayangi, sanggupkah Rianti bertahan dan berjuang menyelamatkan rumah tangganya dari usikan sang mantan?
Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku
9.3
Pernikahan Aurora dengan Leandro, seorang pengusaha sawit kaya raya, terasa hampa tanpa cinta. Di balik kemewahan hidupnya, Aurora harus menahan siksaan dari ibu mertua yang dominan serta kekejaman adik iparnya, tanpa pernah dibela oleh sang suami. Kepedihan ini kian mendalam saat kakak kandungnya sendiri, Ravela, datang dan merayu Leandro. Jiwa Aurora benar-benar hancur ketika ia memergoki Ravela keluar dari kamar suaminya di suatu malam.
Sampul Novel Ketulusan Cinta Amira
7.9
Amira rela melakukan apa saja demi membiayai pengobatan ibunya. Takdir lalu membawanya bertemu Ziyan, seorang duda. Setelah menyelamatkan anak Ziyan, Amira pun diangkat menjadi pengasuh bocah tersebut. Namun, hidup Amira kembali kacau ketika Dimas hadir. Ternyata, adik Ziyan itu adalah mantan pacar yang dulu pernah Amira sakiti. Kini, rahasia masa lalu mereka mengancam keberadaan Amira di lingkungan keluarga besar Ziyan.
Sampul Novel Mendadak Disuruh Nikah
8.8
Demi menggantikan sang adik angkat, Raihan terpaksa menikahi Nico dari keluarga Kuiper. Pernikahan mendadak ini bahkan hanya dipersiapkan dalam waktu dua hari. Nico sendiri awalnya tidak menyangka bahwa sosok yang menjadi istrinya ternyata sangat menawan. Pesona Raihan pun sukses memikat Nico setelah mereka sah menikah. Meski Raihan mengizinkan Nico menyentuhnya, ia sempat gemetar saat didekap dengan agresif. Raihan lalu meminta Nico untuk memulai malam pertama mereka secara perlahan.
Sampul Novel Pelangi di Ujung Senja
9.5
Hubungan asmara Reza dan Arini dipenuhi rintangan dan jauh dari kata sempurna. Sebagai sosok pertama yang mengisi hati Arini, Reza menuntut sebuah pengorbanan besar darinya. Arini dipaksa belajar merelakan demi cinta yang terasa semu. Situasi kian rumit karena masa lalu Reza bersama Maya terus membayangi mereka. Kini, Arini harus memilih: terus bertahan untuk menjadi pelabuhan terakhir Reza, atau menyerah dan hanya menjadi penonton yang menyaksikan akhir kisah mereka.
Sampul Novel Suamiku Ternyata Miliader
8.1
Diana dirundung duka mendalam saat dipaksa menikahi Darel, sosok yang ia kira miskin dan jauh dari kriteria impiannya. Padahal, di balik kesederhanaan itu, Darel merupakan seorang miliarder yang tengah menyamar demi mencari cinta sejati yang tulus tanpa silau harta. Saat rahasia besar mengenai identitas aslinya ini perlahan mulai terbongkar, mampukah pernikahan yang awalnya terjalin tanpa rasa cinta ini tetap bertahan?