APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Abang Boss

Abang Boss

Arinda Putri Samos, gadis Batak yang tangguh, tengah berjuang keras bertahan hidup di Jakarta sebagai pengangguran. Namun, garis takdirnya berubah total saat keahlian memasaknya berhasil memikat Eadric. Pria unik tersebut tanpa ragu mengklaim Arinda sebagai miliknya dan langsung datang melamar. Di tengah kepanikan Arinda menghadapi aksi nekat bosnya itu, para sahabat justru mendesak agar ia segera bertindak. Simak kelanjutan kisah cinta mereka yang penuh kejutan ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Semua wanita cantik dan sempurna...

Karena merekalah hidup para Pria menjadi Sempurna...

***

Bangun pagi sarapan membaca berita sejenak lalu mengecek email tentang pekerjaannya kemudian berolahraga di ruang gym yang ada di apartment mewah yang ia miliki adalah rutinitas pagi dari seorang Pria bernama Eadric Derson.

Semua orang memanggilnya Ed dan hobinya adalah menggoda wanita lalu mencampakkannya begitu saja.

Ed tidak memiliki trauma apapun kepada wanita atau pandangannya yang buruk tentang wanita tidak ada sama sekali. Dia bahkan memuji semua wanita yang ada di Bumi ini, menurutnya semua wanita sangat spesial karena mampu memberikannya kenikmatan yang sering orang sebut surga Dunia.

Pemiliki aset stasiun televisi dan juga media-media terkenal itu memiliki darah Derson dalam dirinya tidak heran jika nama besar keluarganya juga menjadikan dia seorang pebisnis yang juga di segani di Asia bahkan hingga ke Amerika dan Eropa.

Selesai berolahraga asisten pribadinya akan datang dan memberitahukan semua jadwalnya hari ini hingga besok, dan hari ini dia ada rapat di salah satu tower stasiun televisi miliknya untuk memilih nama-nama artis dan penyanyi yang akan di kontrak dalam acara tahunan mereka.

Wajah blasteran yang sangat memukau itu kini sudah siap dengan setelan jas mahalnya. Ed tersenyum di depan cermin dan berjalan santai menuju mobil yang sudah di siapkan untuknya.

"Nanti malam apa kau ikut aku Ali ?" tanya Ed kepada asisten pribadinya yang memiliki darah India.

"Tidak Pak saya ada janji dengan pacar saya," jawab Ali sopan dan Ed tertawa.

"Aku sudah berganti teman kencan empat atau mungkin lima kali tapi kau masih bertahan dengan satu wanita. Ckck, kau hebat Ali." Ed menepuk pundak Ali yang hanya bisa tersenyum kepadanya.

Ed pun tiba di perusahaannya, ketika mobilnya sampai security yang sudah tahu plat nomor Ed langsung bergegas membukakan pintu mobil.

Ed pun turun dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada security itu lalu langkah kakinya memasuki bangunan megah itu. Semua orang menunduk hormat seraya memberikan salam ketika mengetahui pemilik stasiun tv itu datang.

Kharisma Ed sungguh membuat mata kaum hawa begitu mendambanya. Senyum ramah Ed yang biasa saja bahkan bisa membuat mereka salah tingkah.

Ed sudah masuk kedalam ruang rapat dan semua orang yang menunggunya berdiri begitu dia terlihat.

"Terima kasih sudah bisa hadir di rapat ini, silahkan di mulai rapatnya." Ed tersenyum dan menunjuk manager utama dari perusahaan itu untuk memimpin rapat mereka.

Rapat itu berjalan lancar dengan semua kebijakan dan kerjasama karyawan Ed yang baik dan acara tahunan perusahaan mereka sudah selesai tinggal menunggu pengerjaannya saja.

Ed pun keluar dari ruang rapat dia harus menemui beberapa kolega bisnisnya karena dia berniat akan membangun stasiun tv baru di Amerika dan juga dia akan menemui pihak arsitek yang akan mendesain club yang ingin dia bangun.

Ya, sebuah club malam di Jakarta. Ide gila itu muncul tiba-tiba karena setiap malam atau sore hari Ed selalu pergi ke club dan tiba-tiba terpikir olehnya untuk membuat club sendiri.

Kolega bisnis dan anak buahnya pasti akan sering datang ke sana pikirnya.

Belum dia sampai di lobby kantor salah satu pegawai di sana yang bernama Samantha memanggilnya. Ed dan Samantha berpelukan bagai teman yang sudah lama kenal, karena memang Samantha adalah temannya saat berkuliah.

"Sudah lama tidak melihat mu," kata Ed dan Samantha dengan manja menggandeng lengan Ed sambil mereka berjalan menuju mobil Ed yang sudah standby di depan pintu lobby.

"Aku ingin membicarakan beberapa hal dengan mu, kapan kau ada waktu ?" tanya Samantha dan Ed tahu apa yang ingin Samantha katakan.

"Nanti malam aku akan ada di tempat biasa, kau bisa kesana."

"Baiklah ! Jangan sampai terpesona oleh ku oke," ujar Samantha dan mereka berdua tertawa bersama.

Banyak pasang mata yang iri melihat kedekatan Ed dan juga Samantha, mereka sudah sering menggosipkan keduanya memiliki hubungan karena seringnya Ed dan Samantha hadir di acara secara bersamaan dan memilih untuk satu meja.

Namun berita Ed sering bermain wanita juga sudah di ketahui orang banyak sehingga mereka sendiri yang bingung dengan status Samantha sebenarnya.

***

Mobil sedan BMW seri delapan dengan warna putih yang menjadi mobil kerja Ed sudah sampai di sebuah restoran.

Ali dan Ed turun dari sana dan supir mereka langsung kembali ke apartment karena setelah ini Ed akan pergi ke club dengan mobil kesayangannya.

Mobil itu akan diantar oleh orang suruhannya ke restoran yang saat ini menjadi tempat meeting antara Ed dan pihak desain club yang akan dia bangun.

Jika tidak kerja Ed tidak akan memakai supir, agar dia lebih merasa lepas dan bebas melakukan apapun maunya.

Semisal jika dia ingin bercinta di dalam mobil dengan wanita yang dia kencani tentu dia tidak akan bisa melakukannya.

Kembali ke Ed dan Ali yang saat ini berjalan bersama sambil Ali memberitahukan beberapa informasi penting.

Ketika pelayan menyambut Ed senyuman ramah Ed membuat si pelayan wanita merona dan Ed menggelengkan kepalanya. Dia gemar bermain wanita namun juga punya standar yang sangat sangat tinggi wanita seperti apa yang bisa dia kencani bukan sembarangan. Perlu di ingat jika Ed adalah pria yang sangat pemilih.

Ed duduk lalu berjabat tangan dengan salah satu teman yang dia minta mengurus desain yang dia inginkan. Namannya Raka, dia pemilik perusahaan arsitektur ternama di Indonesia.

Tapi tentu bukan Raka yang membuatkan desain melainkan anak buahnya. Raka datang ke sana karena ingin bertemu langsung dengan Ed.

"Jadi bagaimana Ed, kau tetap ingin memakai batu hias dan marmer dari Yunani ?" Baru saja Ed duduk Raka sudah bertanya perihal yang memang belum dia putuskan.

Ed berdecak dan tak lama dia melihat satu wanita yang wajahnya baru kali ini dia lihat. "You have a new girl freind ?" tanya Ed dengan logat british yang dia miliki dan ganti Raka yang berdecak.

"Jangan lari dari topik pembicaraan Ed. Jika kau tidak cepat maka aku akan pergi. Biar pegawai ku yang berbicara dengan mu."

"Fine ! Aku ingin sebagian marmer dari Yunani itu dan sebagian dari Poso, untuk desain tidak ada masalah semua sesuai dengan yang ku mau. Hanya satu permintaan," kata Ed membuat Raka serius mendengarkannya. Dia tahu Ed adalah super perfeksionis sehingga dia tidak mau ada kesalahan nantinya atau Ed tidak puas dengan hasil dari karyawannya.

"Bisa temani aku malam ini di club biasa ?" ujar Ed dengan senyuman tidak bersalahnya. Sementara Raka mati-matian menahan umpatan untuk Ed, tidak bisakah pria itu melihat jika Raka sedang bersama karyawannya.

Tiba-tiba Ali membisikkan sesuatu kepada Ed.

"Baiklah aku harus pergi, kabari Ali saja jika ada hal lainnya. Aku akan ke kantor mu jika ada waktu untuk melihat desain kamar yang aku mau," ujar Ed lalu segera pergi dari sana.

Saat ingin naik ke mobil Ed tidak sengaja melihat wanita berparas manis dan kulit eksotis yang sedang bersenandung sambil mengayuh sepeda.

Ed sengaja diam beberapa saat berharap wanita itu meliriknya dan terpesona akan ketampanan yang ia miliki namun yang ia dapati adalah wanita itu menoleh ke arahnya namun ternyata membuang sisa permen karet.

Ali menahan tawa sementara Ed tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Apa wanita itu buta ?

Bersambung...

Aku tunggu komentar dan vote nya ya...

Jangan lupa follow ig @wp.nadramahya untuk tahu info seputar cerita. Bye... Bye...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Keputusan Takdir
8.5
Sallyana harus merelakan impian indahnya hancur ketika Veen mengusirnya secara paksa. Butuh perjuangan keras baginya untuk menyembuhkan luka dan melupakan masa lalu. Namun, saat ia mulai bangkit, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang jauh berbeda. Apakah Sallyana akan kembali terpikat pada Veen, ataukah ia akan melabuhkan hatinya pada sosok baru yang menemaninya di masa-masa sulit? Keputusan takdir akan menentukan akhir perjalanan cintanya.
Sampul Novel Ku Lepas Kau Dengan Doa
9.6
Dalam sunyinya malam, Rianti merawat bayinya melewati masa nifas tanpa keluhan. Ketabahan menjadi pilihannya demi menutupi kesedihan dan kerinduan di balik tawa palsu. Namun, kesetiaan Rianti diuji berat ketika kepercayaannya dikhianati dan harapan manis berubah menjadi bualan belaka. Luka mendalam yang ia rasakan sendirian di tengah keheningan malam yang dingin membuatnya sadar bahwa janji suci pernikahan tak akan pernah terulang kembali.
Sampul Novel KURELAKAN SUAMIKU
8.5
Kehidupan mapan tak menjamin kebahagiaan Alwi. Di tengah gelimang materi, rasa bosan mulai merayap dan mengancam keutuhan rumah tangganya. Padahal, ia memiliki istri yang sangat rupawan dan seorang putra. Kisah ini mengulas bagaimana kejenuhan menjadi ujian kesetiaan yang berat bagi hubungan mereka. Di era modern ini, Alwi harus menghadapi badai yang mengikis komitmen pernikahannya saat segalanya terasa hambar.
Sampul Novel Lelah ku mencintaimu
8.2
Sekian lama Maya mencintai Dimas secara sepihak dalam diam. Harapan indahnya seakan terkabul ketika sang ayah memutuskan untuk menjodohkannya dengan Dimas, anak dari temannya. Maya pun sangat gembira karena impiannya terwujud begitu saja. Sayangnya, kenyataan tidak seindah bayangan karena Dimas rupanya telah mempunyai pacar pilihan hatinya sendiri. Sanggupkah pernikahan rencana ini terus bertahan, dan dapatkah Maya merebut cinta Dimas agar mereka bisa hidup bersama?
Sampul Novel Lentera Rindu
8.6
Menikah di usia 18 tahun, Rima harus menghadapi kenyataan pahit bersama suaminya, Bary. Di usianya yang tiga tahun lebih muda dari Rima, Bary menolak mentah-mentah saat sang istri mengajaknya tidur bersama. Penolakan dingin ini menyisakan tanda tanya besar mengenai perasaan serta komitmen pernikahan mereka. Pembaca akan diajak menyelami makna mendalam dari rasa rindu dan cinta sejati yang melampaui batas duniawi melalui lentera hati mereka.
Sampul Novel Maaf, Kami Pernah Berzina
8.5
Demi tanggung jawab persaudaraan, aku terpaksa menikahi Niken yang sedang mengandung anak dari Nara, adik angkatku. Nara sendiri telah terjebak dalam pernikahan paksa bersama Nada. Situasi menjadi pelik saat muncul tuntutan gila agar aku menodai Nada demi memberinya keturunan. Hal ini terjadi karena Nara bersumpah enggan menyentuh istrinya demi menjaga kesetiaan pada Niken. Kini, aku terjebak dilema moral: haruskah aku merusak kehormatan Nada yang sebenarnya wanita baik-baik?