APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel A Lover (Alec & Alea)

A Lover (Alec & Alea)

Pesona Azalea Mahendra memikat hati Alec Cage. Kesempatan emas tiba ketika kakak Alea, Arsen, rela menyerahkan sang adik demi meraih takhta CEO. Terjebak situasi, Alea terpaksa menikah secara formal dengan Alec, walau cintanya hanya untuk Arza, sang kakak angkat. Konflik memuncak saat Alec membongkar rahasia masa lalu mereka. Sebagai sosok pencemburu yang antipati pada pengkhianatan, Alec siap menghukum Alea dengan penderitaan yang lebih kejam daripada maut.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Kenapa Arsen tidak menyuruhmu?” tanya Alea ketika mobil yang mereka tumpangi mulai meninggalkan halaman hotel.

“Karena kau Alea Mahendra.”

“Kau juga seorang Mahendra.”

Arza hanya tersenyum simpul. Alea selalu tahu cara membangkitkan ketidakpercayaan dirinya ketika dihadapkan nama keluarga mereka yang sangat besar.

Setengah jam kemudian, ketika memasuki gedung Cage Group berlantai tiga puluh dengan kaca hitam mengeliling seluruh sisi gedung itu, Alea mengamati dengan takjub seluruh desain penuh keindahan dan kemegahan gedung ini. Lantai marmer berwarna putih dan meja resepsionis tak jauh dari pintu putar berwarna hitam. Gedung Arsen sama sekali bukan tandingannya meski MH tak kalah mewah dan megahnya.

“Atas nama?” tanya resepsionis ketika Arza mengutarakan niat kedatangan mereka berdua.

“Alea Mahendra,” jawab Arza mendahului Alea.

Alea memutar wajah dengan kernyitan di dahi.

Arza hanya mengangkat bahu menangkap tanda tanya dalam tatapan Alea. “Arsen terlanjur memakai namamu sebagai jadwal janji temu ini.”

Salah satu wanita itu mengkonfirmasi sesaat lewat telepon lalu mengarahkan mereka pada lift khusus yang harus mereka naiki untuk sampai di lantai tempat Alec Cage berada.

Alea dan Arza berjalan bersamaan ketika lift berdenting dan pintunya terbuka. Seorang pria paruh baya keluar dan tanpa sengaja menabrak bahu Arza dan menumpahkan kopi yang dipegang. Pria itu membungkuk meminta maaf dan Arza butuh waktu lebih lama untuk meyakinkan pria paruh baya itu bahwa dia baik-baik saja tanpa perlu merasa bersalah.

“Kemejamu,” tukas Alea melihat noda kopi tampak mengotori bagian depan kemeja Arza setelah pria paruh baya itu berlalu.

“Aku akan ke toilet, kau naiklah lebih dulu. Aku akan menyusulmu setelah selesai dan hubungi aku jika butuh sesuatu.” Arza mengarahkan Alea masuk ke dalam lift. Memastikan pintu lift tertutup dan ia berdiri tertegun selama beberapa saat sebelum benar-benar berjalan ke arah toilet. Merelakan satu-satunya hal yang harus ia lakukan. Sangat berat, tapi bukan berarti ia tak bisa melakukannya. Saat ini, Alea adalah adiknya. Tidak ada lagi posisi lain yang merangkap selain dirinya yang sebagai kakak kedua Alea.

***

“Apa yang kauinginkan?” Alec menjawab panggilan telpon Arsen dengan enggan sejak pertama mengangkat. Sedikit basa-basa Arsen mulai membuatnya semakin malas dan meladeni pembicaraan pria itu lebih jauh.

“Pernikahan.”

Alec mendengus sinis dan bosan. “Sepengetahuanku, tidak ada apa pun dalam pernikahan kecuali membuat kepalamu yang pusing semakin berdenyut. Dua temanku melakukan kesalahan yang cukup fatal dan aku tak ingin dibuat pening oleh makhluk bernama wanita.” Alec tersenyum mengingat keriuhan rumah tangga Saga dan Arga.

“Tidak ada yang bisa memiliki adikku kecuali dengan ikatan sah yang menguntungkan untuk bisnisku.”

“Bolehkah aku mencicipinya?”

“Jangan menyentuh apa yang bukan milikmu, Cage. Atau kau akan menyesal telah melewati batasanmu. Kau tahu aku lebih dari sekedar mampu memporak-porandakan MH dan akan memberimu sakit kepala yang luar biasa.”

“Ck, kau mengancamku?”

“Anggap saja begitu.”

“Tuan, Nona Alea Mahendra ada di sini.” Suara sekretaris Alec dari arah speaker telepon mengalihkan pembicaraanya dengan Arsen.

“Masuk,” serunya setelah menekan salah satu tombol di telepon. Beberapa saat kemudian pintu terbuka. Tubuh ramping dengan celana jeans tiga seperempat dan atasan berwarna putih tulang yang ujung bagian depannya terselip di ujung celana jeans, mengambil satu langkah masuk di ruangannya. Mata Alec terpaku takjub mengamati tubuh mungil itu dari atas ke bawah dengan saksama. Tampilan casual yang dipilih Alea sama sekali tak mengurangi ketertarikan Alec pada sosok menawan itu. Rambut terurai yang bahkan harumnya sudah mencapai hidung Alec dan membuat produksi air liurnya meningkat drastis. Alec benar-benar tak sabar memiliki kecantikan sempurna itu dalam genggamannya. Tentu saja ia tak akan melewatkan kesempatan sesempurna ini.

“Jadi?” Arsen berhenti sesaat. Ada kemenangan dalam suaranya yang ditarik-tarik. “Apa dia menjadi milikmu?”

“Aku akan memutuskan hari baik kami. Segera.” Alec mengakhiri perbincangannya dengan Arsen. Apa pun yang ada di pernikahan mereka, rasanya gairah saja sudah cukup melengkapi pernikahannya nanti. Alec menekan tombol di bawah meja dan mengunci pintu ruangannya. Ia tak butuh gangguan-gangguan kecil lainnya.

Alea masuk lebih dalam. Berjalan melintasi ruangan besar itu dengan langkahnya yang ringan dan polos. Tanpa sadar ia telah masuk dalam perangkap sang kakak yang menjalin kesepatakan dengan iblis. “Ehm, kakakku mengutusku untuk membawa berkas ini langsung padamu. Maaf jika mengganggu acaramu,” jelas Alea dengan suaranya

Alec menggeleng sedikit. Seperti sebelumnya, Alea tak pernah menyadari kecantikan yang menarik perhatian para makhluk di sekitar wanita itu. Beruntung kali ini hanya dirinya seorang di ruangan tertutup ini yang jatuh terlalu jauh dalam pesona Alea. “Aku sudah menunggumu sejak tadi pagi, dan kau datang tepat waktu. Tak ada yang perlu disesalkan.”

Alec hampir tak bernapas ketika wangi Alea yang semakin merangsek ke dalam hidungnya membuat Alec tak bisa menahan diri. Wangi wanita itu masih sama seperti yang ia ingat dan tertanam di benaknya.

Tulang punggung Alea membeku sejenak. Mencerna dengan teliti setiap kata yang menyiratkan makna sangat dalam dari Alec Cage. Masih tak memahami meski ia sudah memutar kembali kata-kata itu di kepalanya untuk kedua kalinya.

Alec membuka berkas yang dibawa Alea. Menjawab pertanyaan di mata Alea yang masih belum menemukan jawaban.

Alea terkejut, menatap map yang isinya hanya lembaran kosong. Arsen sialan! Pria itu menjebaknya. Bukan map itu yang ia antar kemari, melainkan dirinya sendiri. Alea mengangkat sedikit wajahnya, seringai di wajah Alec Cage meyakinkan tuduhannya pada Arsen. Sialan!! Alea menyesal mengabaikan kecurigaannya akan sikap aneh Arsen. Pria itu tak pernah melibatkan dirinya dengan urusan bisnis apa pun. Jika sudah seperti ini, keputusan Arsen tak akan bisa diganggu gugat. Arsen sudah memutuskan masa depannya dan bayangan mengerikan tentang sosok di depannya sama sekali tak bisa ia terima dengan sukarela.

Alea melirik ke arah pintu dan menghitung berapa langkah yang ia butuhkan untuk sampai ke pintu dan berteriak meminta tolong pada Arza.

“Hanya membuang waktu jika kau berlari ke pintu. Pintu itu terkunci tepat setelah kau mengambil langkah pertama memasuki ruangan ini.”

“Apa yang kauinginkan?” Alea mengendalikan ketakutan yang merebak hampir ke seluruh tubuhnya. Kakinya mulai goyah, tapi ia berusaha keras agar ketakutan itu tak muncul ke permukaan. Alec Cage bukan pria sembarangan. Pria itu tahu apa yang dilakukan dan apa yang akan dilakukan dengan penuh perhitungan melihat manik mata Alec yang bersinar cemerlang tanpa suatu ekspresi pun yang mengganjal.

Alec bediri, menyelipkan kedua tangannya di saku dan berjalan mengelilingi meja mendekati Alea. Gurat ketakutan yang berusaha keras wanita itu sembunyikan membuat Alec tertawa geli. “Aku tak akan menyakitimu.”

“Jangan mendekat!” teriak Alea ketika merasa ketakutan di dalam dirinya tak terbendung lagi. Dan langkah pria itu yang sama sekali tak mengurangi kecepatannya membuat Alea semakin panik. Alea

Alec menangkap lengan Alea, menarik tubuh wanita itu hingga naik di meja. Kemudian Alec mendorongnya hingga punggung Alea menempel meja kacanya. Di antara barang-barang Alec.

“Kumohon, jangan lakukan ini.” Tangisan menyelimuti rintihan Alea. Tubuhnya yang lemah di tindih oleh tubuh Alec yang memaku kedua tangannya di atas kepala.

“Aku ingin menahannya sampai kau benar-benar menjadi milikku, tapi lagi-lagi kau membuatku hilang kendali.”

“Aku ... aku akan membayar apapun yang diambil Arsen darimu.” Suara Alea bergetar. Kekuatannya yang sama sekali tak memengaruhi tekanan Alec di tubuhnya tak membuatnya putus asa.

“Ya, memang harus.” Sedetik Alec menyelesaikan kalimatnya, detik berikutnya Alec memiringkan kepala dan bibirnya menyapu bibir ranum Alea.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi
8.2
Tiga belas tahun mendampingi sang suami dari masa sekolah hingga pernikahan membuat Valen rela melepas hubungan dengan keluarganya demi memberikan sebuah perusahaan yang telah go public. Namun, ilusi pernikahan bahagia itu hancur saat sebuah buku catatan usang dari laci rahasia mengungkap kebenaran yang mengejutkan. Tulisan di dalamnya menegaskan kebencian mendalam sang suami kepadanya. Menyadari cinta tulusnya selama ini bertepuk sebelah tangan, Valen kini mempertanyakan kelanjutan rumah tangga mereka sekaligus masa depan perusahaan yang telah ia perjuangkan.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kakak Kelas Jahat itu Suamiku
8.0
Demi menyelamatkan ekonomi keluarganya, Piona, mahasiswi sastra 21 tahun, terpaksa menyetujui pernikahan mendadak yang menyimpan rahasia besar. Keadaan menjadi rumit karena calon suaminya adalah musuh bebuyutan masa SMA yang sangat ia benci. Pria tampan yang dulu selalu memicu pertengkaran dengannya kini harus menjadi pendamping hidupnya. Takdir pun memaksa dua orang yang saling bermusuhan ini bersatu dalam ikatan pernikahan penuh ketegangan.
Sampul Novel Kutemukan Cinta-Nya dan Dia di Tokyo
8.7
Dapatkah pernikahan impian menjadi nyata di Tokyo? Seorang wanita menaruh harapan besar pada perjalanannya ke Jepang demi menemukan lelaki idaman yang siap memimpin hidupnya. Di tengah romansa kota metropolitan ini, ia tidak sekadar mencari kekasih hati, melainkan sosok imam yang mampu membimbingnya menuju rida Sang Pencipta. Inilah kisah penuh makna tentang pencarian cinta sejati dan spiritualitas di tengah modernitas.
Sampul Novel Love in Campus
9.4
Hilda tampak layaknya mahasiswi biasa yang kerap berkumpul bersama dua sahabat dekatnya. Namun, di balik kebersamaan itu, tersimpan rahasia gelap yang tak pernah terduga. Tanpa ada satu orang pun yang tahu, ia menjalani kehidupan ganda sebagai pacar simpanan seorang profesor di kampusnya, sekaligus menjadi pemuas hasrat lelaki lain. Apakah motif sesungguhnya dari keputusan berbahaya ini? Ikuti kisah hidupnya yang sarat intrik dan sisi dewasa tersembunyi.
Sampul Novel My Adorable CEO
8.6
Yatim piatu sejak kecil, dua bersaudara Van Willem dibesarkan oleh pelayan setia mereka. Kini, sang kakak mengendalikan bisnis keluarga, sedangkan Irish bekerja di sebuah perusahaan raksasa. Takdir mempertemukan Irish dengan atasannya, CEO kaya raya yang populer di kalangan wanita. Hubungan mereka memicu konflik rumit saat deretan mantan kekasih sang bos hadir, memicu kesalahpahaman hebat antar-pimpinan perusahaan yang berujung pada ancaman nyawa.