APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel 66 Kali, Aku Tak Lagi Mencintaimu

66 Kali, Aku Tak Lagi Mencintaimu

Setelah enam puluh enam kali melamar, Vincent akhirnya berhasil meluluhkan hati pasangannya di upaya ke-67. Di awal pernikahan mereka, sang istri menyiapkan enam puluh enam kartu maaf yang bisa digunakan Vincent setiap kali ia berbuat salah. Namun selama enam tahun berumah tangga, Vincent terus-menerus memicu kemarahan istrinya demi membela teman masa kecilnya, hingga kartu-kartu itu perlahan habis dihapus. Saat kartu ke-64 digunakan, Vincent baru menyadari ada perubahan dingin yang tidak biasa.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku meletakkan semua pakaian di pintu masuk, bersiap untuk langsung membawanya ke laundry, lalu kembali ke kamar.

Melihatku masuk, wajah Vincent langsung berseri-seri.

“Memang istriku yang paling bisa diandalkan, cepat sekali selesai. Itu gaun kesukaan Liora, kamu harus cuci bersih ya.”

Aku mengangguk, lalu bersiap untuk pakai masker wajah.

Sambil rebahan di ranjang, aku ambil tablet di samping tempat tidur untuk menonton drama.

Vincent juga sibuk dengan ponselnya, jarinya terus mengetik seolah sedang mengirim pesan kepada seseorang.

Tiba-tiba muncul notifikasi di tabletnya, dan saat kubuka, ternyata akun WhatsApp Vincent sedang login di situ.

[Kak Vincent, kamu benar-benar jago beli barang, aku sudah lama banget nggak makan camilan seenak ini.]

[Cuma sayangnya di sana ramai banget, kamu pasti repot ya.]

Vincent melirik ke arahku, lalu membalas dengan jemarinya yang tak berhenti mengetik.

[Baguslah kalau kamu suka. Nanti aku beliin lagi.]

[Siapa suruh kamu itu adikku!]

Balasan dari Liora pun masuk lagi.

[Lalu gimana dengan spreiku? Ada noda darah haidku di sana, nggak apa-apa kalau Elena yang cuci?]

[Kalau dia nggak mau, ya sudah.]

Sudut bibir Vincent terangkat, matanya penuh rasa sayang.

[Nggak apa-apa kok, kudengar itu harus dicuci pakai air dingin, aku nggak tega kalau kamu yang cuci. Dia sudah berpengalaman.]

Tanganku terhenti, aku menoleh menatap Vincent.

Sejak nikah dengannya, semua urusan rumah tangga selalu aku yang urus, bahkan ganti lampu pun aku. Tak heran dia bilang aku berpengalaman.

Aku meletakkan tablet di samping, tak ingin lagi membaca kata-kata yang menyakitkan itu.

Setelah melepas masker, Vincent tiba-tiba mendekat dan berbisik lembut di telingaku, “Elena, Willi ada urusan, aku diminta ke sana. Kamu istirahat duluan ya.”

Aku meringkuk di atas ranjang dan mengiyakan dengan suara pelan.

Aku bertanya dengan pelan saat dia mengenakan baju, “Vincent, kalau malam ini kamu nggak pulang, boleh aku pakai satu kartu permintaan maaf lagi?”

Aku menatapnya, nada suaraku bergetar karena sedih.

Tangannya yang sedang memasang dasi sama sekali tidak berhenti, wajahnya tetap tersenyum seperti biasa.

“Pakai saja.”

Vincent merapikan rambutnya, tampak tak peduli sedikit pun.

“Aku pasti segera pulang, kartu permintaan maaf itu nggak bakal kepakai malam ini!”

Melihat wajahnya yang santai, aku menahan air mata yang hampir jatuh, lalu kembali masuk ke dalam selimut.

“Hmm.”

Sekarang pukul sepuluh malam. Dia bilang akan segera kembali.

Aku suruh orang untuk memesan camilan dari toko favoritku.

Willi Jordan kebetulan mengunggah foto di media sosial, merayakan kencan dengan pacarnya.

Saat itu juga, Vincent mengirim pesan.

“Sudah ketemu Willi. Aku sebentar lagi pulang.”

Waktu sudah mendekati tengah malam.

Aku melihat unggahan lama di ponselku, salah satunya adalah saat aku terima lamaran Vincent.

Aku klik dan bagikan ulang ke halaman depan.

[Waktu cepat sekali berlalu.]

Vincent mengomentari dengan emoji hati.

Tak lama, dia mengirimku foto meja kerjanya.

“Sedang kerja, kangen istri.”

Aku menutup kotak pesannya.

Tak ingin menanggapinya lagi.

Dia mungkin lupa bahwa akulah yang mengambil foto itu dengan ponselnya bulan lalu.

Itu bukan foto hari ini. Dia bukan hanya berbohong, tapi juga memberiku jawaban asal-asalan.

Liora juga membuat unggahan seolah-olah memang ditujukan untukku.

“Kamu bilang setelah dewasa akan menikahiku, tapi malah ingkar janji lalu bilang kamu menyesalinya.”

Di foto itu, tangan mereka saling menggenggam erat. Tahi lalat kecil di jari telunjuk Vincent terlihat sangat jelas.

Aku duduk di sofa, menonton video lamaran dari Vincent sambil memakan camilan yang baru dibeli.

Camilan yang dulu sangat kusukai, sekarang terasa hambar.

Mungkin aku memang sudah tidak menyukainya lagi.

Dan hal yang tidak kusukai, bukan cuma camilan.

Vincent tak mengirim kabar lagi.

Aku meletakkan ponsel di meja, lalu mulai mengemasi barang-barang milikku.

Waktu sudah melewati tengah malam.

Aku bersiap untuk memberi cap pada kartu permintaan maaf terakhir.

Tiba-tiba ponsel berdering.

Panggilan dari Vincent.

“Elena, kamu sudah tidur belum? Jangan tunggu aku ya, di sini ada urusan, malam ini nggak bisa pulang.”

“Kamu pakai dulu kartu permintaan maafnya, besok aku bawakan camilan. Aku masih ada urusan, kututup dulu ya.”

Sebelum aku sempat berkata apa-apa, dia langsung menutup telepon. Aku baru sadar setelah mendengar nada sibuk.

Saat meletakkan ponsel ke atas meja, tanpa sengaja aku menyenggol cangkir.

Cangkir pasangan yang kami buat bersama setelah bertunangan langsung pecah jadi dua.

Mungkin itu pertanda hubungan kami juga harus diakhiri.

Aku membuka WhatsApp, mencari nama [Vincent], dan mengetik:

[Tadi belum sempat bilang. Kartu permintaan maaf sudah habis.]

[Ayo kita cerai.]

Tak lama kemudian, teleponku terus berdering tanpa henti.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B60548" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B60548
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dimadu Saat Koma
9.0
Terbangun dari koma pasca-melahirkan, Inara harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah berpoligami dan anaknya sendiri bersikap dingin. Di tengah rasa sakit akibat pengkhianatan tersebut, Feri, dokter sekaligus mantan kekasihnya, datang menawarkan kenyamanan. Inara yang terluka akhirnya terjerat dalam hubungan terlarang sebagai wujud balas dendam. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan pernikahan yang hancur atau menyudahinya demi harga diri.
Sampul Novel Gadis Jaminan Tuan Max
7.8
Hera mengira hidupnya tak bisa lebih buruk lagi, sampai sang ibu terjerat utang pada Max, rentenir yang dikenal sangat kejam. Akibatnya, Hera disandera sebagai jaminan pelunasan utang tersebut. Batas waktu yang terus berjalan membuat posisinya kian terdesak. Jika ibunya gagal melunasi kewajiban itu tepat waktu, nasib mengerikan telah menanti Hera. Mampukah ia bertahan hidup dalam cengkeraman kekuasaan penuh Max yang dingin?
Sampul Novel Gigolo
8.2
Demi menghidupi kedua adiknya setelah kematian orang tua, Frans, seorang mahasiswa kedokteran yang pintar, terpaksa putus kuliah. Ia sempat menjadi penyanyi sebelum akhirnya Mamih Mega merekrutnya sebagai pria penghibur. Kehidupan barunya yang penuh petualangan bersama banyak wanita mempertemukannya dengan Fira, gadis yang menyewa jasanya demi melepas kesucian. Hubungan mereka menumbuhkan cinta, namun takdir menjadi rumit saat Frans justru menikahi wanita lain bernama Anjani.
Sampul Novel Lama-lama Jadi Cinta
9.5
Akibat perjodohan mendadak oleh orang tuanya, Rini Zaskia Putri terpaksa membina rumah tangga bersama Muhammad Andre. Di sisi lain, hatinya masih terpikat pada Bagaskara Agam, mantan kekasih yang dahulu terhalang restu keluarga. Kini Rini berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjalankan bakti sebagai istri Andre atau terus memikirkan masa lalunya. Akankah ia berhasil melupakan Agam demi membuka hati untuk suaminya, ataukah perasaan lamanya justru takkan pernah pudar?
Sampul Novel THE  HERA'S KING
8.1
King, pria berumur 27 tahun, awalnya sangat kesal dengan keluguan Hera. Sifat gadis baik itu selalu memicu emosinya hingga memunculkan rasa benci. Namun, seiring waktu, kebencian tersebut justru terkikis dan berubah menjadi cinta yang begitu dalam. Kini, King harus berjuang keras demi memenangkan hati sang gadis polos. Mampukah ia menumbuhkan rasa cinta yang sama di hati Hera? Ikuti kisah perjuangan romantis mereka di sini.
Sampul Novel The Unshackled: Pembalasan Seorang Peretas
8.7
Di malam ulang tahunnya, Eliana Walker mencari Lucien Lane, tetapi ia justru menghadapi kenyataan pahit di kantor polisi. Lucien menghina dan merasa terbebani oleh kelumpuhan Eliana selama sepuluh tahun. Sakit hati oleh ucapan kejam dan luka fisik, Eliana bangkit melawan. Sebagai pemimpin kelompok peretas Anonymous, ia mencabut seluruh proteksi perusahaan Lucien dan mengundang peretas dunia untuk meruntuhkan sistem keamanan Lane Corporation.