APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel 180 Days

180 Days

Mengetahui suaminya berkhianat, April menolak menyerah pada perceraian. Ia justru memilih jalan sulit untuk menyelamatkan pernikahan mereka yang berada di ambang kehancuran. Sebuah target ambisius ia tetapkan: merebut kembali cinta sang suami dalam waktu 180 hari. Di tengah rasa sakit yang mendalam, April harus berkejaran dengan waktu demi memulihkan keharmonisan rumah tangganya. Akankah ia berhasil memikat kembali hati suaminya sebelum batas waktu tersebut habis?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bukannya menjelaskan, Arga malah mengatakan ingin ke toilet, "emmh, aku ingin ke toilet sebentar" ucap Arga akhirnya. sudah cukup lama April menunggu Arga keluar dari kamar mandinya. namun, tampaknya Arga masih ingin berlama-lama di sana, "kenapa dia lama sekali" gumam April. karena tak sabar, akhirnya April memutuskan untuk menghampiri Arga di kamar mandinya.

Sesampai di depan pintu kamar mandi, April mendengar suara orang sedang berbicara. April menempelkan kupingnya ke daun pintu kamar mandi dan menajamkan pendengarannya. ternyata benar, Arga tengah berbincang dengan seseorang di dalam, "tapi siapa, apa Mas Arga tengah menelfon seseorang?" Gumam April

April memutuskan untuk menunggunya di depan kamar mandi tanpa bersuara.

Setelah beberapa saat pintupun terbuka.

"Eh,," Arga terkejut melihat April ada disana sampai-sampai ponselnya terjatuh.

"Kamu telfonan" tanya April penuh selidik sembari memperhatikan Arga yang tengah gugup.

"Kamu ngapain disini" tanyanya tanpa menjawab pertanyaan April

"aku nanya mas, dijawab!!bukannya dibalas dengan pertanyaan"

"Udah lah aku ngantuk" sahutnya lagi lalu pergi menghiraukan April.

"Mas,tunggu" panggil April seraya mengejarnya.

"Mas,kita harus bicara"

"Mas"

Tapi Arga terus berjalan menuju ranjang dan menghamburkan tubuhnya di sana.

"Mas,kamu ini kenapa sih?"

"Kenapa kamu memperlakukan ku seperti ini?aku salah apa??

"Kalau aku punya salah beritahu aku mas!!jangan bersikap seperti ini.

April terus meronta-ronta sedangkan di balik selimut itu tidak ada jawaban yang ku dengar.

"Mas,aku bicara kamu jangan tidur!!

Kamu ini kaya anak kecil sa_

Belum sempat April melanjutkan kalimatnya, April di buat kaget saat Arga tiba-tiba bangkit dengan tatapan nyalangnya.

"kamu bisa diam tidak?aku mau istirahat.kalau kamu terus-terusan berisik seperti ini besok aku tidak akan pulang kerumah saja."sahut Arga dengan suara lantang yang membuatku terdiam saat itu juga.

Setelahnya dia kembali melanjutkan tidurnya.

Sementara April berbaring dengan perasaan yang gemuruh,Matanya juga tak ada tanda-tanda akan terpejam. Ia malah mengeluarkan air hangat secara perlahan.

April melirik jam di atas dinding menunjukkan pukul dua dini hari.

April mencoba memejamkan matanya untuk kesekian kalinya. belum sempat April tertidur April malah mendengar Arga bergumam.

"Emmh,shhhh ahh.."

April bangkit dan memperhatikan Arga, apa dia tengah bermain solo atau tengah bermimpi.

April memperhatikan wajah Arga secara intens.terlihat kedua matanya masih terpejam.

"Ah ternyata mas arga sedang mengigau"gumamnya dalam hati.

"Tapi bersama siapa dia di mimpi itu" April mencoba mencari tau dengan menunggunya menyebutkan nama seseorang.

Hatinya berdebar tak karuan takut-takut kalau Arga akan menyebut nama wanita lain.

"Emmmh shhh yahhh"

Ucap Arga lagi di tengah tidurnya.

Mata April pun mulai menelisik benda keras di balik selimut itu. jujur, April sangat merindukannya.

Di tambah lagi dengan Arga yang terus merancau seperti itu.

Membuat libido April semakin naik.

April memberanikan diri untuk menyentuh Arga,siapa tahu setelah ini sikapnya akan kian melunak.

Saat aku hendak menyentuh benda keras di balik selimut

Alangkah terkejutnya April mendengar Arga merancau dalam tidurnya.

Nafas April terhenti sejenak saat mendengar kata-kata yang terucap dari bibir Arga. Ekspresi campur aduk terpampang di wajahnya, mencerminkan kebingungan dan kekagetan. Hatinya berdebar-debar, mencoba mencerna setiap kata yang terlontar.

"Mhhh Siii... kenapa milikmu begitu menggigit.. emhhh..!!"

Ucapan bercampur dengan desahan membuat April terpaku di tempatnya. Pikirannya bergejolak, mencoba mencari jawaban atas pertanyaan tak terungkap ini. "Siapa yang dimaksud oleh Mas Arga? Apakah ini hanya khayalan atau adakah wanita lain yang terlibat?"

April menarik tangannya kembali, merasa seperti melangkah pada wilayah yang tidak seharusnya dia sentuh. Kegelisahan mencengkeram hatinya, menciptakan kekosongan di dalam dirinya. Dia bersandar di divan ranjangnya, mencoba memahami apa yang sedang terjadi.

"Mungkinkah aku salah dengar? Atau apakah ini hanya bagian dari impian Mas Arga?" bisik April dalam hatinya, mencoba meredakan kebingungannya.

Dia memutuskan untuk memberi Mas Arga ruang untuk menjelaskan dirinya sendiri. Dengan hati yang berat, April mengurungkan niat untuk menyentuh Arga, memilih duduk di tempatnya sambil terus memperhatikan ekspresi dan kata-kata yang mungkin akan mengungkap misteri di balik rancauan Mas Arga.

Sembari duduk di sana, April berharap agar Arga segera menyebutkan nama wanita yang membuatnya berubah. Meski hatinya terasa sakit, rasa penasaran yang menggelayut dalam dirinya tak bisa dihindari. Ia siap menghadapi kenyataan, meski mungkin itu akan membawa kepedihan yang sulit diatasi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cerita Penggenjrotan
9.0
Kisah romansa modern ini menyajikan dinamika hubungan yang sangat intens dan eksplisit, khusus bagi pembaca dewasa berusia 18 tahun ke atas. Demi kenyamanan bersama, narasi di dalamnya mengandung konten sensitif sehingga anak di bawah umur sangat dilarang keras untuk mengakses atau membaca buku ini. Pastikan Anda telah memenuhi batasan usia yang ditentukan sebelum menikmati seluruh alur cerita yang disajikan dalam karya ini.
Sampul Novel Istri Cadangan
9.8
Nadia didera rasa sakit luar biasa saat memergoki Reza, suaminya, berselingkuh dengan Karina di kediaman mereka. Alih-alih merasa bersalah, Karina justru dengan sombong merebut hati Reza. Bahkan, Reza dengan tega meminta izin untuk mempoligaminya. Meski dikhianati secara kejam, Nadia enggan terpuruk dalam kesedihan. Ia memilih bangkit melawan segala penghinaan tersebut dan bertekad kuat untuk menuntut balas atas luka yang mereka goreskan.
Sampul Novel ISTRI YANG TAK KU KENAL
9.7
Kimberlie berhasil menikahi Nicholas, sosok yang ia kagumi sejak kecil. Namun, pernikahan ini terjadi hanya karena Nicholas terpaksa menuruti keinginan ayahnya yang sakit kanker, sementara hatinya masih menunggu Angel. Hancur karena rencana Nicholas bersama sang kekasih di malam pertama, Kimberlie tetap bertahan. Saat ia berjuang mendapatkan cinta suaminya, kehadiran Galaxy, sepupu Nicholas yang mulai mendekat, justru membawa kerumitan baru dalam hubungan mereka.
Sampul Novel Jangan Mencintaiku, Paman!
9.7
Ayu terpaksa mengungsi ke kediaman pamannya, Hideki, demi menghindari mertua yang kejam. Namun, satu malam di ranjang yang sama menghancurkan rumah tangganya hingga ia diusir tanpa sempat menjelaskan apa pun pada suaminya. Kini, Ayu yang merasa terhina terpaksa menumpang pada Hideki. Sayangnya, sikap sang paman berubah dingin, tak lagi sehangat dulu saat merawatnya sejak kecil. Rahasia besar apa yang disembunyikan Hideki? Akankah Ayu kembali pada suaminya atau terjerat cinta terlarang?
Sampul Novel KASIH UNTUK FAITH
8.2
Faith Hoewar, pengusaha dingin yang antipati pada wanita, terpaksa menikahi dokter Kasih Alayah demi mewujudkan wasiat terakhir Oma Meri yang sakit. Kasih pun tak bisa menolak karena utang budi keluarganya pada sang Oma. Tanpa cinta, pernikahan mereka dilingkupi badai emosi yang berat. Sanggupkah ketulusan Kasih melunakkan hati beku Faith yang dipenuhi kebencian, ataukah perpisahan menjadi akhir dari segalanya?
Sampul Novel Terjebak Jurang Penyesalan
9.5
Kisah dalam novel modern ini bermula saat seorang ayah tidak sengaja terkunci di dalam studio tari bersama guru tari putrinya. Demi mencairkan atmosfer canggung di ruang tertutup tersebut, sang guru berinisiatif menampilkan sebuah tarian. Gerakan tubuhnya yang luwes dan memikat justru memantik api gairah yang sulit diredam. Di tengah kepungan hasrat yang kian memuncak, ia harus berjuang keras mengendalikan dorongan batinnya yang hampir tak terkendali saat menyaksikan tarian tersebut.