APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel 10 Miliar Menjadi Pelakor

10 Miliar Menjadi Pelakor

Demi membiayai operasi ginjal sang ayah, Calla terpaksa mendatangi sebuah klub malam. Di sana, ia bertemu Lucian Donovan yang menawarkan uang 10 miliar rupiah. Syaratnya, Calla harus merusak pernikahan Caspian Hawthorne. Calla terkejut saat tahu Caspian adalah pria culun yang dulu ia abaikan sewaktu SMP. Kini, Caspian telah menjelma menjadi miliarder dingin yang berkuasa. Terdesak kemiskinan, Calla pun bimbang memilih antara harga diri atau menjadi pelakor demi bertahan hidup.
Bab
Bagikan

Bab 2

Suasana di dalam klub semakin suram, berbaur dengan ketegangan yang menghujam setiap sudut. Calla berdiri terpaku, pandangannya tertuju pada sosok Caspian Hawthorne yang kini berdiri beberapa langkah di depannya. Pria itu, yang dulunya hanya seorang anak culun yang selalu dijauhi, kini berdiri dengan aura yang tak bisa diabaikan-dengan tubuh tegap dan wajah yang keras. Matanya yang tajam seperti bisa menembus semua kebohongan yang ada, termasuk yang tersembunyi di dalam hatinya.

"Caspian?" Suara Calla tercekat, tak tahu harus bereaksi bagaimana. Begitu banyak emosi yang datang bersamaan-kekhawatiran, kebingungannya, serta penyesalan yang mendalam.

Caspian memandang Calla dengan tatapan yang campur aduk-ada kejutan, namun juga sesuatu yang lebih sulit diungkapkan. "Calla," katanya, suaranya rendah namun tegas. "Apa yang sedang kamu lakukan di sini?"

Calla merasa dunia berputar seiring pertanyaan itu. Tak ada lagi kata-kata yang bisa ia ucapkan. Semua rencana yang selama ini ia pikirkan seakan runtuh dalam sekejap. Perasaan bersalah menyelubungi dirinya, namun yang lebih menakutkan adalah kenyataan bahwa dia terjebak dalam permainan yang lebih besar dari apa yang bisa ia kontrol.

Lucian, yang masih berdiri di sampingnya, menoleh ke arah Caspian dengan ekspresi yang datar. "Caspian," katanya dengan nada yang hampir dingin. "Kau tahu apa yang sedang terjadi, bukan?"

Caspian memandang Lucian dengan tatapan penuh pertanyaan, namun kemudian sorot matanya beralih kembali ke Calla. "Kamu tak perlu berurusan dengan orang seperti ini," lanjut Caspian, suaranya tegas, namun ada sedikit kekhawatiran yang menyelusup di balik kata-katanya.

Calla menelan ludah, matanya berkaca-kaca. "Aku... aku hanya ingin menyelamatkan ayahku, Caspian."

Kata-kata itu keluar tanpa bisa ditahan lagi. Sebuah pengakuan yang terdengar begitu rentan di tengah keheningan yang mencekam. Caspian terdiam, seolah mencerna setiap kata yang baru saja diucapkan oleh wanita yang dulu pernah menjadi bagian dari masa mudanya-wanita yang kini berdiri di depannya, terperangkap dalam dilema yang tak bisa ia pahami sepenuhnya.

"Jadi, begini caramu menyelamatkan ayahmu?" Caspian bertanya pelan, namun dalam nada suaranya ada sesuatu yang tak biasa-sebuah kekhawatiran yang mulai tampak jelas. "Dengan melibatkan dirimu dalam permainan ini?"

Calla tidak bisa lagi menahan emosinya. "Aku tak punya pilihan, Caspian. Ayahku... dia butuh operasi, dan aku tidak bisa mendapatkan uang sebanyak itu dengan cara lain. Aku..." suaranya bergetar, namun ia mencoba menjaga kendali. "Aku tidak bisa membiarkan dia mati."

Lucian menyeringai, tampak menikmati ketegangan yang ada di antara mereka. "Begitulah hidup, Caspian," katanya dengan nada mengejek. "Semua orang punya harga yang bisa dibayar. Calla mengerti itu, kan?"

Caspian memandang Lucian dengan tatapan yang lebih dingin, namun ia mengalihkan perhatian kembali ke Calla. "Apa yang sudah kau setujui?" tanyanya, suaranya tegang.

Calla merasa dadanya sesak. "Aku..." Dia terdiam, berjuang untuk menemukan kata-kata yang tepat. "Aku hanya ingin keluar dari sini. Aku... tidak ingin berurusan dengan siapa pun yang tidak aku kenal. Tapi, aku harus melakukannya untuk ayahku."

Caspian mendekat dengan langkah yang pasti, dan meskipun dia terlihat lebih tenang, Calla bisa merasakan ada amarah yang mendidih di balik ketenangannya. "Kau tahu apa yang mereka rencanakan?" tanyanya, suaranya penuh tekanan. "Apa yang mereka inginkan darimu?"

Calla menundukkan kepalanya, berusaha menghindari tatapan tajam itu. "Aku tahu," katanya pelan. "Aku... aku harus merusak pernikahan kalian."

Caspian terdiam beberapa saat, matanya membeku. Suasana yang semula hangat kini terasa seperti salju yang menggigilkan, dengan setiap detik yang berlalu semakin menambah berat beban yang dipikulnya. "Dan kau akan melakukannya?" tanyanya akhirnya, dengan suara yang hampir tak terdengar.

Calla menggigit bibir bawahnya, matanya memancarkan keteguhan yang rapuh. "Aku harus melakukannya."

Lucian tertawa sinis. "Kau dengar itu, Caspian? Kau harus tahu, Calla sudah mengambil keputusan. Dia tidak punya pilihan lain."

Caspian tidak berkata apa-apa, namun sorot matanya berubah tajam, seperti pedang yang siap menghujam. "Aku tak akan biarkan ini terjadi," katanya, suara yang begitu berat dengan ancaman yang tak bisa disangkal.

Calla menggigil di bawah tatapan itu, namun dalam hatinya, dia tahu satu hal yang pasti-di luar sana, ayahnya bergantung pada harapan yang semakin tipis. "Aku tidak punya pilihan, Caspian," ujarnya, meskipun hatinya terasa hancur.

Di luar percakapan itu, dunia berputar tanpa ampun. Dan Calla, dengan tanggung jawab yang dipikulnya, tahu bahwa ia baru saja memulai sebuah perjalanan yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Caspian mundur selangkah, tatapannya masih tertuju pada Calla dengan campuran rasa marah dan bingung. "Kau akan menyesal, Calla," katanya pelan, dan meskipun kata-katanya lembut, ada kesedihan yang terpendam di baliknya. "Ini bukan jalan yang kau pilih, bukan jalan yang kau inginkan."

Tapi Calla hanya bisa menatapnya dengan tatapan kosong, hatinya berkecamuk antara rasa bersalah yang mendalam dan keputusan yang tidak bisa ia tarik kembali.

"Biarkan dia melakukannya, Caspian," ujar Lucian, mengalihkan perhatian mereka. "Ini sudah terjadi. Tidak ada jalan mundur."

Namun, Calla merasa satu hal jelas-meskipun dia mungkin telah memilih jalan yang paling gelap, ini adalah jalan yang harus ia tempuh untuk menyelamatkan satu-satunya orang yang ia cintai. Dan dalam pikirannya, dia tahu bahwa perjalanannya baru saja dimulai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA SATU MALAM DENGAN CEO
8.4
Athena Gimberly mendambakan seorang anak untuk menemaninya di hari tua tanpa harus menjalani komitmen pernikahan. Demi mewujudkan impian tidak biasa ini, ia mencari pria yang mau memberinya keturunan secara bebas. Takdir mempertemukannya dengan Arthur Harley, seorang CEO sombong berharga diri tinggi. Saat malam pertama mereka gagal memberikan hasil, Athena tidak ragu meminta Arthur kembali mengulangi hubungan intim tersebut demi mencapai tujuannya.
Sampul Novel Dia memilih mantannya, aku memilih balas dendam
8.7
Baskara Aditama tega mempermalukanku di hari pernikahan kami. Dia menuduhku milik kakaknya demi bisa kembali pada Saskia, mantan kekasihnya. Baskara bahkan sengaja menunda kesembuhan Saskia demi bersenang-senang, yakin aku akan terus menunggunya. Namun, dia keliru. Aku tidak sudi dijadikan pilihan saat dia ingin memiliki kami berdua. Demi membalas dendam dan menghancurkan Baskara, aku mendekati Dananjaya Aditama, sang penguasa tertinggi keluarga mereka, lalu memintanya untuk menikahiku.
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly, gadis tomboy yang tidak tahan dengan diskriminasi di rumahnya, harus menikah demi mendapatkan izin keluar dari sang ayah. Pada saat yang sama, CEO muda bernama Hugo Chavez terpaksa mencari istri untuk mengatasi rasa sakit hati setelah dikhianati kekasihnya. Demi kepentingan masing-masing, keduanya sepakat melakukan pernikahan kontrak. Akankah mereka berhasil menghadapi berbagai rintangan dan dinamika baru dalam kehidupan rumah tangga ini?
Sampul Novel My Adorable CEO
8.6
Yatim piatu sejak kecil, dua bersaudara Van Willem dibesarkan oleh pelayan setia mereka. Kini, sang kakak mengendalikan bisnis keluarga, sedangkan Irish bekerja di sebuah perusahaan raksasa. Takdir mempertemukan Irish dengan atasannya, CEO kaya raya yang populer di kalangan wanita. Hubungan mereka memicu konflik rumit saat deretan mantan kekasih sang bos hadir, memicu kesalahpahaman hebat antar-pimpinan perusahaan yang berujung pada ancaman nyawa.
Sampul Novel Pesona Presdir Posesif
8.3
Dikhianati sang kekasih yang menikahi sahabatnya sendiri membuat hidup Adira runtuh. Di tengah kepedihan, ia melewati satu malam bersama Kian, sosok misterius yang dikira gigolo. Kejutannya luar biasa saat tahu Kian ternyata miliarder berkuasa sekaligus wali dari mahasiswanya. Adira pun terjebak dalam sandiwara rumit rancangan sang presdir. Kini, ia harus berjuang menghadapi jerat pesona posesif pria kaya tersebut yang kian mengungkungnya.
Sampul Novel Real or Dream
9.0
Clarista terkejut saat dicium tiba-tiba oleh Augfar, pria asing tampan nan kaya yang mengklaimnya sebagai calon istri di pesta tunangan sahabatnya. Rupanya, Augfar sengaja menjaga reputasinya dari skandal sejak SMA demi menanti Clarista, cinta pertamanya. Pertemuan tak terduga ini memicu berbagai kejutan manis yang menguji perasaan mereka. Ikuti kisah cinta dewasa yang penuh gairah antara Augfar dan Clarista untuk menemukan semua jawaban dalam Real or Dream.